Jumat, 15 Mei 2026

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Loyo ke Posisi Rp 15.282 per Dolar AS

Penulis : Lona Olavia
10 Okt 2022 | 09:22 WIB
BAGIKAN
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022).
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022).

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (10/10/2022) pagi melemah 31 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp15.282 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.251 per dolar AS.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri memproyeksikan, rupiah hari ini akan melemah merespons angka sektor tenaga kerja AS yang cukup baik sehingga potensi The Fed hawkish masih berlanjut. Adapun, sepanjang pekan lalu rupiah bergerak cukup fluktuatif di kisaran Rp 15.100 - Rp 15.300 terhadap dolar AS. Kebijakan The Fed yang hawkish masih membuat investasi di dolar AS tetap tinggi. Di mana, perkembangan kebijakan The Fed masih mempengaruhi pergerakan valas global dan rupiah.

Sedangkan, dari dalam negeri, rilis cadangan devisa yang masih cukup kuat belum bisa menahan pelemahan rupiah lebih dalam. Akhir pekan ini, rilis data tenaga kerja AS akan menjadi sentimen perdagangan pada awal pekan depan.

ADVERTISEMENT

Reny memperkirakan, pekan ini rupiah akan berada di kisaran Rp 14.950-Rp 15.280 per dolar AS. Sementara, untuk Senin ini di level Rp 15.165-Rp 15.248 per dolar AS.

Sementara itu, nilai tukar rupiah hari ini diprediksi masih berkutat pada kisaran Rp15.200-an terpengaruh oleh laju dolar AS. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah pada Senin ini kemungkinan dibuka berfluktuatif namun dapat ditutup melemah di rentang Rp15.240-Rp 15.290 per dolar AS.

Akhir pekan lalu lalu (7/10/2022) rupiah ditutup melemah 0,46 persen atau turun 70,5 poin ke posisi Rp15.258 per dolar AS usai rilis data cadangan devisa September 2022. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2022 sebesar US$130,8 miliar. Posisi ini turun sebesar US$1,4 miliar dari posisi pada akhir Agustus 2022 sebesar US$132,2 miliar.

Penurunan posisi cadangan devisa pada periode tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, penyebab lainnya terdapat kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Lebih lanjut, dari luar negeri sentimen yang mempengaruhi rupiah masih datang dari lonjakan dolar AS di tengah sinyal kenaikan suku bunga Bank Sentral Federal Reserve.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia