Begini Rencana Bumi Resources (BUMI) setelah Masuknya Grup Salim
JAKARTA, investor.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) siap menggenjot program Beyond Coal 2030 dimana perseroan akan melakukan Coal to Methanol pasca masuknya Grup Salim. Selain itu, perseroan mengkaji untuk mengembangkan proyek logam lainnya.
Presiden Direktur Bumi Resources Adika Nuraga Bakrie menjelaskan, setelah private placement selesai, perseroan akan memproritaskan pekerjaan pada coal unit yakni tambang Arutmin dan Kaltim Prima Coal serta mempertahankan kinerja terutama low cost.
“Pada waktunya kami akan paparkan, tapi pada intinya ada satu program sesuai dengan instruksi pemerintah yakni mengerjakan Coal to Methanol dan amonia,” jelasnya kepada Investor Daily, Selasa (11/10/2022).
Saat ditanya soal pengembangan logam lainnya, Nuraga Bakrie mengatakan bahwa itu belum ada rencana lanjutan. Meski demikian, perseroan akan terus mengkaji rencana tersebut.
Sementara itu, mengenai private placement, Aga menyebutkan bahwa perseroan akan menjadi perusahaan yang debt free.
Bumi Resources telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan private placement Rp 24 triliun dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) yang digelar pada Selasa (11/10/2022).
Dalam rapat tersebut, sebanyak 96,3% pemegang saham menyetujui rencana private placement dengan menerbitkan sebanyak 200 miliar saham baru dengan harga Rp 120 per saham. Dalam aksi yang masuk sebagai investor baru pada perseroan, yakni Mach Energy (Hongkong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).
Susunan pemegang saham MEL adalah PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak dalam pengendalian oleh Grup Bakrie; Clover Wide Limited dengan kepemilikan saham sebesar 15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito; dan Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim. MEPL merupakan perusahaan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Salim.
Setelah private placement selesai nanti, Bakrie Capital indonesia (BCI) maupun MEPL akan menjadi pengendali dari MEL yang dilakukan oleh BCI dan MEPL. MEL bakal mengambill 85% dari 200 miliar saham baru yang diterbitkan oleh BUMI dan sisanya diserap oleh TGIL sebanyak 15%.
Dalam keterangan tertulis, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava menjelaskan, Bumi Resources mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk private placement senilai US$ 1,6 miliar atau Rp 24 triliun.
“Bumi akan menerbitkan hingga 200 miliar saham baru dalam private placement, di mana hasilnya akan digunakan untuk membayar utang,” ujarnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






