Sabtu, 4 April 2026

BUMI Sudah Dapat Restu Private Placement Rp 24 T, Kapan Grup Salim Resmi Masuk?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Okt 2022 | 08:53 WIB
BAGIKAN
Jajaran Direksi dan Komisaris BUMI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, 11 Oktober 2022. (Perseroan)
Jajaran Direksi dan Komisaris BUMI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, 11 Oktober 2022. (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sukses menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) secara online dan offline (11/10/2022) di J.S. Luwansa Hotel dengan mengikuti pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava menjelaskan, dalam RUPSLB telah dihadiri oleh para pemegang saham atau kuasa pemegang saham perseroan yang sah berjumlah 81.974.382.659 saham atau sama dengan 56,989% dari 143.841.242.189 saham.

“Berdasarkan jumlah kuorum kehadiran tersebut, maka RUPSLB adalah sah dan dapat mengambil keputusan yang sah dan mengikat untuk mata acara tunggal RUPSLB,” terang Dileep dalam keterangan resmi dikutip Rabu (12/10/2022).

Keputusan telah disetujui oleh para pemegang saham adalah penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 200 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar US$ 1,6 miliar atau Rp 24 triliun.

Sebelumnya, Dileep menyatakan bahwa perkiraan tanggal pelaksanaan private placement ini adalah pada 18 Oktober 2022.

Adapun pemodalnya terdiri dari Mach Energy (Hongkong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

Susunan pemegang saham MEL adalah PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak dalam pengendalian oleh Grup Bakrie; Clover Wide Limited dengan kepemilikan saham sebesar 15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito; dan Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim. MEPL merupakan perusahaan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Salim.

Sedangkan, susunan pemegang saham TGIL, yakni PT Aswana Pinasthika Investasi dengan kepemilikan saham sebesar 16,15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito; serta Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 83,85%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim.

MEL akan mengambil bagian atas sebesar 85% dari seluruh saham yang akan diterbitkan dalam private placement, dan TGIL akan mengambil bagian atas sebesar 15% dari seluruh saham yang akan diterbitkan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 38 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 49 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 58 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia