Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Berhasil Reli di Tengah Tingginya Inflasi AS, Ini Sebabnya

Penulis : Lona Olavia
14 Okt 2022 | 15:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bitcoin dan mata uang kripto lainnya pada layar yang menunjukkan kode biner terlihat melalui kaca pembesar. (FOTO: REUTERS/Florence Lo/Ilustrasi)
Ilustrasi bitcoin dan mata uang kripto lainnya pada layar yang menunjukkan kode biner terlihat melalui kaca pembesar. (FOTO: REUTERS/Florence Lo/Ilustrasi)

JAKARTA, investor.id - Menjelang akhir pekan, pasar kripto nampak membuat hati investor sedikit senang. Pergerakan pasar aset kripto, terutama Bitcoin kembali reli naik, padahal sempat tertekan oleh data inflasi AS bulan September yang meninggi. Kenapa bisa begitu?

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju tipis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (14/10/2022) pukul 15.45 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 19.612,50, naik 3,10% dalam 24 jam terakhir.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 3,48% ke US$ 1.322,29 sehari terakhir. XRP, Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) bahkan naik lebih dari 3%.

ADVERTISEMENT

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pasar kripto berhasil rebound akibat kinerja indeks saham AS yang juga menguat. Di samping itu, rupanya indeks dolar AS (DXY) juga pada hari ini melemah.

“Sama seperti yang terjadi di indeks saham AS, performa aset kripto juga bergerak naik, walau sempat tertekan dan turun tajam saat data inflasi AS terbaru dirilis pada Kamis (13/10/2022) kemarin. Awalnya, nilai aset kripto berguguran, tapi akhirnya tertahan setelah investor melihat rebound kencang indeks saham AS,” kata Afid.

Menurutnya hal ini sangat wajar karena saat ini banyak investor institusi dan ritel melihat kinerja indeks saham AS untuk melihat gambaran selera risiko investor secara umum, termasuk ke pasar kripto.

Meski demikian, reli saat ini diproyeksikan akan terlangsung singkat. Investor masih belum bisa lepas dari bayangan kebijakan moneter The Fed. Setelah perilisan data inflasi AS September yang berada di atas prakiraan, yaitu tercatat 8,2%, tentu akan membuat The Fed serius melakukan pengetatan kebijakan moneternya.

“Kini, investor semakin yakin The Fed akan menaikkan suku bunganya 75 basis poin dalam pertemuan rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bulan depan. Hanya saja, performa indeks saham AS kembali ke zona hijau setelah pelaku pasar memutuskan buru-buru memborong saham. Alasannya, mereka yakin ke depan akan banyak pelaporan keuangan (earnings season) emiten saham AS sepanjang bulan ini yang akan menunjukkan hasil normatif,” jelas Afid.

Dari sisi analisis teknikal, harga BTC sempat menyentuh US$ 19.835 pada Jumat (14/10/2022) siang, setelah sebelumnya tersungkur dengan harga jual menyentuh US$ 18.319 atau jadi titik terendah dalam tiga pekan terakhir. Harga Bitcoin kembali pullback dan berhasil bergerak naik tinggi setelah menyentuh titik support tersebut.

Laju pullback Bitcoin masih sangat dinamis dengan level resistance pada level US$ 20.102 yang saat ini menjadi tahanan terdekat apabila harga kembali koreksi. Level support terdekat, di level US$ 19.488, bila kembali terjadi penurunan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia