Jumat, 15 Mei 2026

Asumsi Nilai Tukar Rupiah Perlu Dikaji Ulang Jadi Rp 15.600 Per Dolar AS

Penulis : Lona Olavia
18 Okt 2022 | 14:25 WIB
BAGIKAN
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat, di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis, 29 September 2022. Di pasar spot, rupiah bertengger di level Rp 15.262 per dolar AS, atau menguat 0,03 persen dari penutupan hari sebelumnya Rp 15.266. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diperdagangkan antar bank berada di level Rp 15.247 per dolar AS, melemah dari level hari sebelumnya di posisi Rp 15.243 per dolar AS.
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat, di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis, 29 September 2022. Di pasar spot, rupiah bertengger di level Rp 15.262 per dolar AS, atau menguat 0,03 persen dari penutupan hari sebelumnya Rp 15.266. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diperdagangkan antar bank berada di level Rp 15.247 per dolar AS, melemah dari level hari sebelumnya di posisi Rp 15.243 per dolar AS.

JAKARTA, investor.id - Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut pemerintah perlu mengkaji ulang asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada APBN 2023. Nilai tukar rupiah dalam APBN, yakni Rp 14.800.

“Asumsi nilai tukar dalam APBN 2023 perlu dilakukan revisi, karena terjadi perubahan dinamika ekonomi. Moderasi harga komoditas berpengaruh terhadap pertahanan stabilitas rupiah. Jadi sebaiknya direvisi dari Rp 14.800 di asumsi APBN 2023 menjadi Rp 15.600 per dolar AS,” kata Bhima dikutip Selasa (18/10/2022).

Menurutnya, pada semester I 2022, nilai tukar rupiah masih bisa terjaga dengan bantuan bonanza komoditas. Begitu terjadi pembalikan arah, maka tekanan kurs bisa terjadi.

ADVERTISEMENT

“Berikutnya penyesuaian kurs rupiah mendesak dilakukan, karena postur belanja akan alami peningkatan terutama belanja subsidi energi,” ungkap Bhima

Diketahui, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) juga menyepakati anggaran subsidi energi di 2023 sebesar Rp 211,9 triliun. Asumsi dasar makro 2023 menyebutkan target pertumbuhan ekonomi di 5,3 persen, inflasi year on year 3,6 persen, nilai tukar Rp 14.800.

“Dikhawatirkan realisasi subsidi energi yang lebih tinggi dari rencana membuat tekanan pada penyesuaian harga BBM kembali terjadi tahun depan,” sebut Bhima.

Di tengah penguatan dolar AS terhadap rupiah, Bhima mengatakan pemerintah bisa melakukan extra effort, yaitu mendorong devisa hasil ekspor lebih banyak dikonversi ke kurs rupiah, terutama devisa pertambangan dan hasil perkebunan.

“Dalam situasi strong dolar terjadi secara kontinu maka BI perlu mempersiapkan capital control atau syarat bagi eksportir untuk menyimpan hasil ekspor dalam perbankan domestik selama sekurangnya 6-9 bulan,” tuturnya

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia