Kamis, 14 Mei 2026

Wika Beton (WTON) Incar Proyek IKN Rp 2,5 T

Penulis : Muawwan Daelami
19 Okt 2022 | 15:46 WIB
BAGIKAN
Caption: Satu dari tiga jetty atau pelabuhan milik Wika Beton (WTON) di pabrik perseroan yang berlokasi di Lampung. Melalui, jetty tersebut memudahkan proses distribusi produk menuju lokasi proyek dengan menggunakan kapal laut.
Sumber: Istimewa
Caption: Satu dari tiga jetty atau pelabuhan milik Wika Beton (WTON) di pabrik perseroan yang berlokasi di Lampung. Melalui, jetty tersebut memudahkan proses distribusi produk menuju lokasi proyek dengan menggunakan kapal laut. Sumber: Istimewa

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengincar perolehan kontrak proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara total sebesar Rp 2,5 triliun hingga 2024. Tahun ini saja perseroan berpeluang menangkap kontrak baru proyek IKN sebesar Rp 150 miliar.

“Target kami sampai 2024 akan menargetkan perolehan kontrak (proyek IKN) sebesar Rp 2,5 triliun,” ucap Direktur Operasi dan Supply Chain Management Wijaya Karya Beton (WTON) Taufik Dwi Wibowo dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022).

Dari total target tersebut, Taufiq memperkirakan kontribusi yang paling besar akan diperoleh perseroan pada 2023 dan sebagian lagi diraih pada 2024 seperti jalan tol di Pulau Balang. Serta, beberapa precast serta material untuk proyek gedung dan infrastruktur pendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

ADVERTISEMENT

Taufik menjelaskan, pembangunan proyek IKN akan dikerjakan melalui tiga tahap. Tahap pertama, membangun infrastruktur dasar, selanjutnya membangun infrastruktur di luar KIPP. Sedangkan tahapan ketiga, membangun KIPP seperti istana presiden-wakil presiden, dan gedung-gedung pemerintahan lainnya.

Khusus untuk tahun ini, lanjut dia, perseroan berpotensi mendapatkan kontrak proyek IKN sebesar Rp 150 miliar yang beberapa di antaranya sudah berhasil digenggam di tangan, sedangkan sisanya masih dalam proses negosiasi. Bahkan, dalam waktu dekat perseroan juga akan mendapatkan pesanan sebesar Rp 50 miliar untuk suplai material proyek jalan tol.

“Jadi yang tadi pembangunan infrastruktur di luar KIPP itu ruas tol sepanjang 73 km. Insyaallah, bulan ini kami akan mendapatkan kontrak material ready mix dan material alam,” tutur Taufik.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, proyek-proyek yang perseroan incar di megaproyek IKN ini bersifat multi produk yang bisa saja berasal dari produk precast dan material alam maupun produk jasa berupa jasa pemancangan.

Perihal produk, Direktur Teknik dan Produksi Wijaya Karya Beton (WTON) Sidiq Purnomo menyampaikan, ke depan perseroan akan memantapkan produk-produk inovasi yang dihasilkan selama tiga sampai empat tahun terakhir ini.

“Jadi, tahun-tahun mendatang kita akan cenderung melakukan penetrasi pasar atas produk-produk baru kita, sambil terus berinovasi karena kita yakin inovasi menjadi salah satu yang bisa menjaga competitiveness perseroan,” ujar Sidiq. 

Di luar itu, produk perseroan juga akan sangat memperhatikan prinsip yang mendukung sustainability. Adapun, produk-produk yang sudah dirilis pada tahun ini dan tahun lalu seperti girder dan Structural Health Monitoring System (SHMS) akan terus dipenetrasikan sebab potensinya masih cukup besar di Indonesia.  

“Kemudian, produk-produk lain yang sudah kita pasang dan kembangkan terus seperti slab track untuk landasan bantalan jalur kereta api yang tidak berbasis ballast juga merupakan teknologi baru yang akan kita mantapkan terus di antaranya nanti untuk track kereta api rute Jakarta-Surabaya,” tutup Sidiq.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia