Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Jajaki Penawaran Sekunder Saham Terkoordinasi, Seperti Apa?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
24 Okt 2022 | 16:48 WIB
BAGIKAN
GoTo Gojek Tokopedia.
GoTo Gojek Tokopedia.

JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan para pemegang saham sebelum initial public offering (pra-IPO) sedang menjajaki kemungkinan dilakukannya suatu penawaran sekunder (secondary offering) terkoordinasi atas saham perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham pra-IPO.

Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani menjelaskan, penawaran itu akan dilaksanakan setelah berakhirnya periode lock-up atas saham tersebut pada tanggal 30 November 2022 untuk memfasilitasi suatu penjualan yang terstruktur melalui pasar negosiasi.

“Perseroan tidak akan menerbitkan saham baru atau melakukan penjualan saham di dalam proses ini, sehingga tidak akan terjadi dilusi atas saham perseroan,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi, Senin (24/10/2022).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ungkap dia, GOTO juga tidak akan mendapatkan penerimaan dana dari hasil penjualan tersebut.

“Setiap transaksi akan bergantung pada kondisi pasar dan makro ekonomi, maupun faktor-faktor lainnya, dan tidak ada jaminan yang diberikan bahwa transaksi tersebut akan dapat terlaksana,” tegasnya.

“Tidak ada dampak yang merugikan terhadap kelangsungan usaha perseroan,” tambah dia.

Masa berlaku lock-up saham seri A GOTO akan berakhir pada 30 November 2022 atau 8 bulan setelah tanggal efektif initial public offering (IPO) perseroan pada 30 Maret lalu. Pemegangnya yang terkena lock-up, sudah memiliki saham seri A GOTO sebelum IPO.

Pemegang saham seri A GOTO sebelum IPO, berdasarkan Akta No. 137/2021, yang terkena lock-up 8 bulan terdiri atas Garibaldi ‘Boy’ Thohir sebanyak 1.054.287.487 saham (0,09%), Goto Peopleverse Fund 106.908.291.844 saham (9,35%), SVF GT Subco (Singapore) Pte Ltd 103.120.303.128 saham (9,02%), Taobao China Holding Limited sejumlah 104.731.124.993 saham (9,16%), dan lain-lain (kepemilikan kurang dari 5%) sebanyak 745.674.313.947 saham (65,20%).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia