Jumat, 15 Mei 2026

Minggu Lalu Naik Hingga di Atas 5%, Bagaimana Harga CPO Pekan ini?

Penulis : Indah Handayani
25 Okt 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id - Pekan lalu, Harga CPO naik hingga di atas 5% berdasarkan basis mingguan yaitu Jumat (14/10/2022) dengan Jumat (21/10/2022). Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman November 2022 naik 193 Ringgit Malaysia (4,85%) menjadi 3.979 Ringgit Malaysia per ton, Desember 2022 meningkat 219 Ringgit Malaysia (5,4%) menjadi 4.052 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak pengiriman CPO untuk Januari 2023 menguat 235 Ringgit Malaysia (5,73%) menjadi 4.101 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Februari 2023 melesat 231 Ringgit Malaysia (5,6%) menjadi 4.128 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, Maret 2023 jatuh 210 Ringgit Malaysia (5,08%) menjadi 4.135 per ton dan April 2023 naik 185 Ringgit Malaysia (4,49%) menjadi 4.124 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Trader Minyak Sawit David Ng memperkirakan, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias ke bawah pada pekan ini. Hal ini karena ekspektasi stok yang lebih tinggi di negara itu serta permintaan yang lebih lemah. Ia pun memperkirakan harga CPO akan diperdagangkan antara 3.800 - 4.250 Ringit Malaysia per ton.

“Stok yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih lemah kemungkinan akan menekan harga komoditas. Kami memperkirakan harga menunjukkan bias ke bawah minggu depan karena aktivitas ambil untung di tengah reli baru-baru ini," katanya.

Sementara itu, kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani mengatakan minggu depan, pasar CPO akan memiliki minggu perdagangan yang pendek dengan adanya hari libur publik pada Senin (24/10/2022) untuk perayaan Deepavali, dan pembeli utama India juga akan berlibur hampir sepanjang minggu.

“Fokus minyak sawit minggu depan adalah pada pembebasan bea ekspor CPO Indonesia — apakah akan diperpanjang melampaui Oktober. Pasar juga akan melihat kinerja produksi minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Oktober. Kami berharap minyak sawit bertahan di kisaran yang lebih luas yaitu 3.840-4.230 Ringgit Malaysia per ton," jelasnya.

Anilkumar mengatakan CPO berjangka ditutup naik tajam pada basis mingguan menyusul momentum bullish di pasar minyak kedelai dan ekspektasi penurunan produksi karena hujan. " Dukungan tambahan datang di tengah ketidakpastian perpanjangan koridor gandum Rusia-Ukraina, yang dapat mengancam pasokan ekspor minyak bunga matahari Ukraina dari pelabuhan biasa," tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia