Kenapa Laba Indosat (ISAT) Turun?
JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison/IOH mencatatkan pendapatan naik sebesar 49,8% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 34,53 triliun per 30 September 2022.
EBITDA tercatat sebesar Rp 14,08 triliun atau naik sebesar 35,6%, imbas dari penggabungan usaha serta pencapaian operasional yang baik. EBITDA margin tercatat sebesar 40,8% pada sembilan bulan 2022.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,68 triliun, anjlok 36,4% dari Januari-September 2021 Rp 5,8 triliun. Penurunan itu utamanya disebabkan oleh peningkatan beban operasional, peningkatan beban depresiasi dan amortisasi, serta peningkatan biaya finansial, sebagai dampak dari penggabungan dua perusahaan, yang diimbangi oleh peningkatan pendapatan.
Dalam keterangan resmi Indosat, Jumat (28/10/2022), dijelaskan bahwa setelah penggabungan usaha, pelanggan ISAT meningkat sebesar 58,3% menjadi 98,6 juta pelanggan pada sembilan bulan 2022. Peningkatan pelanggan ini sedikit berdampak pada penurunan average revenue per user (ARPU) menjadi Rp 33,8 ribu di 9B2022, dari sebelumnya sebesar Rp 34,2 ribu pada 9B2021.
Perluasan basis pelanggan menghasilkan pertumbuhan traffic data yang kuat sebesar 94,4% yoy pada 9B2022. Selain itu, cakupan jaringan Indosat juga meningkat seiring peningkatan jumlah BTS 4G yang mencapai 57 ribu, sehingga mampu menangani peningkatan traffic yang tinggi.
Fokus utama perusahaan di tahun 2022 adalah integrasi demi memaksimalkan sinergi dalam hal biaya dan capex, beriringan dengan mendapatkan berbagai peluang dalam pendapatan. Perkembangan integrasi perusahaan sejauh ini lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan dengan pencapaian dan hasil sinergi yang melebihi target.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






