Laba Mitratel (MTEL) Loncat!
JAKARTA, investor.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel meraih pendapatan Rp 5,60 triliun sampai 30 September 2022. Meningkat 11,5% dari posisi periode yang sama tahun lalu Rp 5,02 triliun.
Dalam laporan keuangan hingga kuartal III-2022, Mitratel meraup laba tahun berjalan senilai Rp 1,22 triliun, loncat sekitar 18% secara year on year (yoy) dari Rp 1,03 triliun.
Baca Juga:
Kenapa Laba Indosat (ISAT) Turun?Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 3 triliun, lebih besar dari sembilan bulan 2021 dengan nilai Rp 2,58 triliun.
Laba bruto MTEL mencapai Rp 2,6 triliun per akhir September tahun ini, meningkat dari Rp 2,44 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Mitratel membukukan beban usaha senilai Rp 361,07 miliar sehingga laba usaha perseroan hingga kuartal ketiga 2022 adalah Rp 2,23 triliun.
Total aset MTEL per 30 September 2022 turun jadi Rp 54,93 triliun, dari Rp 57,72 triliun per 31 Desember 2021.
Liabilitas sampai dengan 30 September 2022 berkurang jadi Rp 21,69 triliun. Per 31 Desember 2021 jumlahnya Rp 24,08 triliun.
Sedangkan ekuitas per 30 September 2022 berjumlah Rp 33,23 triliun. Pada 31 Desember 2021, ekuitas MTEL tercatat sebanyak Rp 33,64 triliun.
Mitratel juga mencatatkan kas dan setara kas hingga akhir September kemarin sebesar Rp 5,4 triliun.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





