Jumat, 15 Mei 2026

Barito Pacific (BRPT) Alihkan Saham Star Energy Rp 19,4 Triliun

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Nov 2022 | 13:59 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas Star Energy, anak usaha Barito Pacific (BRPT). (Ist)
Salah satu fasilitas Star Energy, anak usaha Barito Pacific (BRPT). (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Green Era Energy Pte Ltd (GE) akan melaksanakan inbreng atau mengalihkan saham Star Energy Group Holdings Pte Ltd (SEGHPL) kepada PT PT Barito Renewables Energy (BREN).  

Manajemen Barito Pacific menjelaskan bahwa objek transaksi inbreng adalah seluruh saham milik perseroan dan GE di dalam SEGHPL yang masing-masingnya mewakili 66,7% dan 33,3% dari seluruh saham yang telah diterbitkan oleh Star Energy Group Holdings, yang akan diinbrengkan secara keseluruhan ke dalam BREN sebagai penyetoran atas 19.463.808 saham baru yang akan diterbitkan oleh BREN.

Adapun transaksi inbreng ini akan dilakukan dengan nilai sebesar US$ 1,24 miliar yang setara dengan Rp 19,46 triliun di mana menggunakan kurs Rp 15.596/USD (JISDOR per 31 Oktober 2022).

ADVERTISEMENT

Disampaikan manajemen BRPT, perseroan pada saat ini secara langsung maupun tidak langsung memiliki seluruh atau 100% saham yang diterbitkan oleh BREN.

Sejalan dengan visi perseroan untuk terus mengembangkan kegiatan di sektor energi terbarukan, Barito Pacific merasa perlu untuk mereorganisasi struktur perusahaan yang bernaung di dalam grup perseroan, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan baik yang sudah ada saat ini maupun untuk tujuan pengembangan usaha di masa mendatang.

“Untuk itu, perseroan menyiapkan BREN sebagai entitas dalam negeri yang akan menaungi kepemilikan aset perseroan di sektor energi terbarukan,” jelas manajemen Barito Pacific dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (3/11/2022).

Dengan adanya restrukturisasi melalui BREN, BRPT berharap dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk terus mengembangkan kegiatan di sektor energi terbarukan di dalam negeri, baik dalam hal operasional maupun akses pendanaan.

Setelah memperoleh persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk transaksi inbreng, BREN akan menerbitkan 19.463.808 saham baru yang seluruhnya akan diambil bagian oleh Barito Pacific dan GE, di mana penyetoran atas saham baru tersebut akan dibayar dengan cara inbreng atas saham Star Energy Group Holdings oleh masing-masing, yakni perseroan dan GE.

Selanjutnya, susunan pemegang saham BREN setelah pelaksanaan transaksi inbreng akan menjadi, BRPT sebanyak 12.977.122 saham atau 66,7% dan GE sejumlah 6.488.561 atau 33,3%. Sebelum transaksi inbreng, BRPT menggenggam 1.250 saham BREN dan GE sebanyak 625 saham.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia