Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Meski Neraca Perdagangan Oktober Surplus

Penulis : Grace El Dora
15 Nov 2022 | 19:29 WIB
BAGIKAN
Lembaran uang rupiah. (Foto: ANTARA/Shutterstock)
Lembaran uang rupiah. (Foto: ANTARA/Shutterstock)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (15/11) sore melemah, meski neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2022 tercatat kembali mengalami surplus.

Rupiah ditutup melemah 18 poin atau 0,12% ke posisi Rp 15.538 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.520 per dolar AS.

“Pelaku pasar merespons positif rilis neraca perdagangan Indonesia pada Oktober yang kembali terjadi surplus,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam ulasannya di Jakarta, Selasa.

ADVERTISEMENT

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus 5,67 miliar dolar AS pada Oktober 2022, dengan nilai ekspor 24,81 miliar dolar AS dan impor 19,14 miliar dolar AS.

Surplus negara perdagangan barang pada Oktober 2022 merupakan surplus neraca perdagangan selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2022.

Secara kumulatif, neraca perdagangan barang Indonesia pada Januari-Oktober 2022 mengalami surplus sebesar US$ 45,52 miliar atau tumbuh 47,32% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Total surplus pada periode Januari-Oktober 2022 itu sudah lebih besar dari total surplus neraca perdagangan sepanjang 2021 yang angkanya US$ 35,42 miliar.

Kendati demikian, lanjut Ibrahim, rupiah masih tertekan terhadap dolar AS dipicu komentar hawkish Wakil Ketua Federal Reserve (Fed) Lael Brainard. Brainard menekankan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg bahwa Fed memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

“Dia mengisyaratkan kemungkinan akan memperlambat laju pengetatannya, segera setelah mengetahui seberapa tinggi biaya pinjaman yang harus dikeluarkan dan untuk berapa lama untuk menurunkan inflasi,” jelas Ibrahim.

Sebelumnya, indeks dolar sempat jatuh 4% pada pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2020. Sebelumnya, data menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik kurang dari yang diharapkan pada Oktober dan mendorong taruhan untuk kenaikan suku bunga Fed yang lebih lambat ke depan.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.532 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.532 per dolar AS hingga Rp 15.578 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp 15.564 per dolar AS, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.499 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 48 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia