Harga Minyak Naik Terdorong Gangguan Pipa Minyak Druzhba
NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik pada Selasa (16/11/2022). Terdorong bahwa pasokan minyak ke Hungaria melalui pipa minyak Druzhba telah dihentikan sementara, karena penurunan tekanan.
Minyak mentah Brent berjangka naik 72 sen menjadi menetap di US$ 93,86 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik US$1,05 menjadi US$ 86,92.
Monopoli pipa Transneft milik Rusia telah dikabarkan Ukraina mengalami gangguan pipa, kantor berita RIA mengutip Transneft mengatakan pada Selasa (16/11/2022).
Amerika Serikat (AS) mengatakan sedang menyelidiki laporan yang belum terkonfirmasi bahwa rudal Rusia menyebabkan ledakan sehingga menewaskan dua orang di sebuah desa Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina.
Larangan Uni Eropa untuk minyak mentah Rusia yang dikirim melalui laut, akan dimulai pada 5 Desember, berarti 1,1 juta barel per hari (bpd) harus diganti, Badan Energi Internasional mengatakan pada Selasa (16/11/2022).
“Ketika Anda melihat apa yang kami lihat dari IEA tentang persediaan minyak global, itu seharusnya sangat bullish,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group.
Menambah dukungan untuk harga minyak, harga produsen AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada bulan Oktober dan angka inflasi mulai mereda yang dapat memungkinkan Federal Reserve untuk memperlambat kenaikan suku bunga yang agresif.
Baca Juga:
Harga CPO Berguguran Dua Hari BeruntunIndeks Wall Street naik setelah data tersebut, sementara indeks dolar AS turun, membuat minyak berdenominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
"Data inflasi cukup positif. Saham lepas landas dari itu dan sepertinya kita terseret lebih tinggi sekarang. Kami masih dalam efek pembalikan dolar,” kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.
IEA memperkirakan, prospek ekonomi yang suram akan menempatkan penggunaan minyak global pada jalur terkontraksi hampir seperempat juta barel per hari pada kuartal IV-2022 year on year (yoy). Dengan pertumbuhan permintaan melambat menjadi 1,6 juta barel per hari pada 2023 dari 2,1 juta barel per hari tahun ini.
Stok minyak mentah AS turun sekitar 5,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 11 November, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada Selasa. Persediaan bensin naik sekitar 1,7 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 850 ribu barel.
Data pemerintah AS tentang persediaan akan dirilis hari Rabu (16/11/2022).
Di Tiongkok, kasus Covid-19 meningkat lebih lanjut, termasuk di ibu kota Beijing, dan pertumbuhan output pabrik negara tersebut melambat.
Bank investasi JPMorgan memangkas perkiraan kuartalan dan setahun penuh untuk pertumbuhan ekonomi di Tiongkok. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2022 untuk kelima kalinya sejak April, mengutip meningkatnya tantangan ekonomi termasuk inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






