Tensi Geopolitik Mereda, Harga Minyak Ikut Meredup
JAKARTA, investor.id - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau meredup seiring dengan meredanya kekhawatiran akan eskalasi konflik Ukraina dan kembali dibukanya pasokan minyak melalui pipa Druzhba. Di samping itu, terus meningkatnya angka infeksi Covid-19 baru di Tiongkok turut membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, kekhawatiran pasar akan potensi meluasnya konflik Ukraina ke wilayah perbatasan, mereda pasca Polandia dan aliansi militer NATO pada hari Rabu memberikan pernyataan resmi bahwa rudal yang menghantam pembangkit listrik dekat perbatasan Belarus (15/11), mungkin ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia.
“Selain itu, pasokan minyak ke bagian Eropa Timur dan Tengah melalui jalur pipa Druzhba yang sempat terhenti sejak hari Selasa, mulai kembali mengalir pada hari Rabu, ungkap Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (17/11/2022).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, Sentimen negatif lain juga datang dari meningkatnya kekhawatiran akan semakin lesunya permintaan bahan bakar di Tiongkok, dengan kasus Covid-19 yang terus meningkat memasuki musim dingin yang biasanya membuat kasus flu turut melonjak, berpotensi memaksa negara importir minyak terbesar pertama dunia itu untuk melakukan pembatasan dan penguncian yang lebih ketat. Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 23,276 kasus infeksi baru per hari pada 16 November, naik dari 20,199 kasus pada sehari sebelumnya.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah AS merosot turun sebesar 5.4 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok turun sebesar 440 ribu barel. “Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang kuat di pasar energi AS,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut memberikan dukungan pada harga minyak, Komisi Uni Eropa (UE) berencana untuk mengusulkan pembatasan harga gas Rusia setelah pertemuan para menteri energi UE pada 24 November, ungkap Kadri Simson, kepala kebijakan energi UE pada hari Rabu. Isyarat penerapan batas harga terhadap gas Rusia tersebut berpotensi memaksa Rusia untuk memangkas aliran pasokan energi ke Eropa, setelah sebelumnya UE menyepakati untuk memberlakukan pembatasan harga pada minyak Rusia mulai 5 Desember mendatang.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 80 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






