Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Rontok, Akhiri Penguatan Tiga Hari Beruntun

Penulis : Indah Handayani
25 Nov 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rontok pada perdagangan Kamis (24/11/2022). Akhiri penguatan harga CPO yang terjadi tiga hari beruntun.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (24/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 turun 47 Ringgit Malaysia menjadi 3.989 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 merosot 59 Ringgit Malaysia menjadi 4.016 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 rontok 65 Ringgit Malaysia menjadi 4.040 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 terkoreksi 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.047 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman April 2023 menurun 87 Ringgit Malaysia menjadi 4.024 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terpeleset 89 Ringgit Malaysia menjadi 3.989 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO hari ini dipengaruhi oleh penyebaran Covid-19 di Tiongkok yang telah mencapai rekor harian baru tertinggi sejak dimulainya pandemic. “Hal ini memicu pesimisme akan permintaan Tiongkok yang merupakan negara importir utama CPO itu,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (25/11/2022).

Yoga menambahkan, jelang akhir pekan, harga CPO pada akhir pekan ini akan bergantung pada indikator penting yang akan dirilis di pasar dan berpotensi mempengaruhi arah pergerakan harga

CPO. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1-25 November, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance berada di kisaran harga 4.300 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan support terdekat di harga 4.000 – 3.800 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia