Menu
Sign in
@ Contact
Search
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

Harga CPO Rontok, Akhiri Penguatan Tiga Hari Beruntun

Jumat, 25 November 2022 | 05:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rontok pada perdagangan Kamis (24/11/2022). Akhiri penguatan harga CPO yang terjadi tiga hari beruntun.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (24/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 turun 47 Ringgit Malaysia menjadi 3.989 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 merosot 59 Ringgit Malaysia menjadi 4.016 Ringgit Malaysia per ton.

Baca jugaSawit RI Masih Dominasi Pasokan Minyak Nabati Global 2023

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 rontok 65 Ringgit Malaysia menjadi 4.040 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 terkoreksi 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.047 Ringgit Malaysia per ton.

Serta, kontrak pengiriman April 2023 menurun 87 Ringgit Malaysia menjadi 4.024 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terpeleset 89 Ringgit Malaysia menjadi 3.989 Ringgit Malaysia per ton.

Baca jugaHolding Perkebunan Nusantara Bangun Pusat Pembelajaran Minyak Sawit, Kopi, dan Kakao di Sumut

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO hari ini dipengaruhi oleh penyebaran Covid-19 di Tiongkok yang telah mencapai rekor harian baru tertinggi sejak dimulainya pandemic. “Hal ini memicu pesimisme akan permintaan Tiongkok yang merupakan negara importir utama CPO itu,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (25/11/2022).

Yoga menambahkan, jelang akhir pekan, harga CPO pada akhir pekan ini akan bergantung pada indikator penting yang akan dirilis di pasar dan berpotensi mempengaruhi arah pergerakan harga

Baca jugaHarga CPO Menguat Tiga Hari Berturut-turut

CPO. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1-25 November, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance berada di kisaran harga 4.300 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan support terdekat di harga 4.000 – 3.800 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com