Cerita Lo Kheng Hong Lolos dari Floating Loss Terbesarnya di Saham BUMI
JAKARTA, investor.id - Lo Kheng Hong sempat menceritakan pengalamannya saat mengalami floating loss terbesarnya selama berinvestasi saham.
Hal itu diceritakan dirinya ketika ditanya sahabatnya, Lukas Setia Atmaja dalam acara peluncuran buku yang digelar secara online pada Juli 2021. Video rekaman acara tersebut dapat disaksikan di YouTube HungryStock.
Pak Lo, sapaan akrab Lo Kheng Hong, mengalami floating loss besar ketika berinvestasi di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Lukas sendiri bertanya bagaimana Pak Lo bisa bertahan dan akhirnya bisa keluar dari situasi seperti itu.
“Kenapa saya bisa bertahan? Karena Bumi Resources punya cadangan batu bara 3 miliar ton. Itu cadangan yang terbukti. Bapak kaliin aja sekarang harga batu bara US$ 140 (ketika itu). Bapak kaliin aja US$ 100. Coba kali pak US$ 100 kali 3 miliar, itu US$ 300 miliar kekayaannya Pak,” terang Pak Lo dikutip dari YouTube HungryStock, Jumat (25/11/2022).
“Terus kalau valuasinya Rp 50 jumlah sahamnya sekarang sudah rights issue terus banyak. Jumlah sahamnya ada 67 miliar sekarang (ketika itu). Dulu kalau sebelum rights issue mungkin hanya 20 miliar lembar. Kalau kali Rp 50 kan cuman Rp 1 triliun (market cap). Rp 1 triliun kira-kira US$ 70 juta. Jadi perusahaan memiliki batu bara yang nilainya US$ 300 miliar dihargai hanya US$ 70 juta. Tentu saya bisa bertahan dong Pak,” papar Pak Lo yang memiliki pengalaman berinvestasi saham sejak 1989.
Lo Kheng Hong pun menceritakan lebih lanjut bagaimana dia bisa lolos dari floating loss di saham BUMI dan akhirnya keluar dengan lega.
“Bumi Resources dipailitkan masuk PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang). Udah punya harta di situ banyak sekali dipailitkan, PKPU, aduh pusing juga. Itu perjuangan juga. Ternyata penasihat ya mungkin (dari) Bumi Resources menghitung bahwa harga wajar itu Rp 926. Mukjizat kan Pak. Harga di pasar Rp 50 tapi kreditur harus konversi utangnya di Rp 926 ini kan mukjizat,” imbuhnya.
Sebagai informasi, BUMI sempat masuk periode PKPU di sekitar tahun 2016.
“Terjadi mukjizat kedua, harga batu bara yang US$ 50 bisa naik ke US$ 100 (saat itu). Mukjizat yang kedua. Jadi saham itu naik ke Rp 500 dan saya keluar dan uang saya balik. Jadi saya bisa bertahan karena saya tahu perusahaan yang saya beli terlalu murah dan yang kedua terjadi mukjizat,” sebut Pak Lo.
Kemudian, Lukas kembali bertanya, “Mungkin itu floating loss yang terbesar selama Pak Lo pengalaman sebagai investor saham?”
“Oh iya kira-kira floating loss yang sangat besar,” jawab Lo Kheng Hong.
Kendati mengalami floating loss, menurut Lukas Setia Atmaja, Pak Lo tetap terlihat tenang tanpa beban selama masa-masa itu. Padahal, jika kejadian itu dialami orang lain, kemungkinan orang tersebut tidak tenang dan sulit tidur.
“Sebenarnya Pak Lo pura-pura tenang atau memang tenang?” tanya Lukas penasaran.
“Ada seorang, dia pernah mengatakan kalau anda kehilangan harta anda, anda tidak kehilangan apa-apa. Tapi kalau anda kehilangan kesehatan anda, anda kehilangan sebagian dari sesuatu. Kalau anda kehilangan akhlak saudara, maka anda kehilangan segalanya. Jadi itu menguatkan saya, kalau anda kehilangan harta anda, anda tidak kehilangan apa-apa. Oh saya kalau tidak, bisa stres tapi karena denger kata-kata itu saya tidak kehilangan apa-apa,” ungkap Lo Kheng Hong kembali menjawab.
“Dan yang kedua, saya tidak punya utang. Itu sebagian besar harta saya, tapi saya masih ada sisa. Sisa uang saya ini masih banyak jadi saya pikir ah saya gak kehilangan apa-apa. Saya juga masih sisa banyak, masih lebih kaya dari kebanyakan orang, ya saya tetap happy aja jadi saya gak stres,” kata Pak Lo.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






