Menu
Sign in
@ Contact
Search
Panenan kelapa sawit di sebuah pabrik. Foto: Investor Daily. IST

Panenan kelapa sawit di sebuah pabrik. Foto: Investor Daily. IST

Harga CPO Berakhir Positif

Sabtu, 26 Nov 2022 | 06:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berakhir positif pada perdagangan Jumat (25/11/2022). Berbalik arah dari kerugian yang terjadi pada perdagagan Kamis (24/11/2022). 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (25/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 71 Ringgit Malaysia menjadi 4.060 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 98 Ringgit Malaysia menjadi 4.114 Ringgit Malaysia per ton.

Baca jugaHarga CPO Rontok, Akhiri Penguatan Tiga Hari Beruntun

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 100 Ringgit Malaysia menjadi 4.140 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 105 Ringgit Malaysia menjadi 4.152 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 105 Ringgit Malaysia menjadi 4.129 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 97 Ringgit Malaysia menjadi 4.086 Ringgit Malaysia per ton.

Baca jugaSawit RI Masih Dominasi Pasokan Minyak Nabati Global 2023

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pelau pasar memantau beberapa indicator. Antara lain, rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1-25 November, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO berada di resistance berada di kisaran harga 4.300 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan support terdekat di harga 4.000 – 3.800 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Baca jugaHolding Perkebunan Nusantara Bangun Pusat Pembelajaran Minyak Sawit, Kopi, dan Kakao di Sumut

Yoga menambahkan, tren harga CPO untuk pekan depan akan bergantung pada indikator penting yang akan dirilis di pasar pada awal pekan nanti. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode bulan November, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.

“Untuk potensi resistance berada di kisaran harga 4.500 – 4.650 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan potensi support terdekat di harga 3.800 – 3.650 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga. .

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com