Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Berakhir Positif

Penulis : Indah Handayani
26 Nov 2022 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Panenan kelapa sawit di sebuah pabrik. Foto: Investor Daily. IST
Panenan kelapa sawit di sebuah pabrik. Foto: Investor Daily. IST

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berakhir positif pada perdagangan Jumat (25/11/2022). Berbalik arah dari kerugian yang terjadi pada perdagagan Kamis (24/11/2022). 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (25/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 71 Ringgit Malaysia menjadi 4.060 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 98 Ringgit Malaysia menjadi 4.114 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 100 Ringgit Malaysia menjadi 4.140 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 105 Ringgit Malaysia menjadi 4.152 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 105 Ringgit Malaysia menjadi 4.129 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 97 Ringgit Malaysia menjadi 4.086 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pelau pasar memantau beberapa indicator. Antara lain, rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1-25 November, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO berada di resistance berada di kisaran harga 4.300 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan support terdekat di harga 4.000 – 3.800 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Yoga menambahkan, tren harga CPO untuk pekan depan akan bergantung pada indikator penting yang akan dirilis di pasar pada awal pekan nanti. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode bulan November, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.

“Untuk potensi resistance berada di kisaran harga 4.500 – 4.650 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan potensi support terdekat di harga 3.800 – 3.650 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga. .

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia