Jumat, 15 Mei 2026

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Bagaimana Peluang Investasi Tahun Depan?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
26 Nov 2022 | 19:40 WIB
BAGIKAN
Para pembicara dalam diskusi ekonomi dari kiri ke kanan: Ketua Departemen Ekonomi CSIS Fajar Hirawan, Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami, dan moderator Jordi Suharly. (Ist)
Para pembicara dalam diskusi ekonomi dari kiri ke kanan: Ketua Departemen Ekonomi CSIS Fajar Hirawan, Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami, dan moderator Jordi Suharly. (Ist)

JAKARTA, investor.id - Krisis ekonomi global masih melanda dunia. Faktor-faktor yang melatarbelakanginya dipicu perang Rusia dan Ukraina, konflik geo-ekonomi negara adikuasa, dan persoalan supply and demand yang menimbulkan tekanan pada perekonomian global.

Persoalan itu memicu gejolak yang dinilai berdampak pada gejala resesi ekonomi dan berpotensi menjadi lebih parah pada kurun waktu 2023. Lalu bagaimana para investor lokal menghadapi situasi yang tidak pasti seperti ini?

Jangan khawatir. Itulah yang diimbau Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami saat menganalisa tantangan ekonomi pada 2023. Menurutnya, tahun depan,  justru para investor memiliki peluang besar. Mengapa?

ADVERTISEMENT

“Karena kita sudah pernah mengalami krisis pada 1998, 2008, 2020, dan kita mampu melewatinya. Ke depan, tentu memiliki peluang, apalagi tahun 2024, di Indonesia ada pemilu, yang kemudian menjadi tenaga baru untuk bursa saham kita bisa mengalami kenaikan kembali. Dan ini, kalau kita cerna dengan baik adalah waktu yang baik untuk investasi dengan melihat profil risiko masing-masing,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (26/11/2022).

Apalagi, sebagai praktisi investasi di lapangan, menurut Benny, pengendalian ekonomi nasional masih relatif baik. “Saya pikir kondisi kita lagi bagus. Saya yakin Indonesia akan melewati situasi gelap. Sebab pengendalian inflasi kita masih terbilang baik, sekitar 5,7%. Kalau saya sebut, ini merupakan momentum, yang sebelumnya di 2019-2020 agak tersendat karena faktor pandemi, saat ini merupakan waktunya untuk mengalokasikan investasi,” tuturnya.

Karena itu, ia melihat ekonomi pada 2023 justru bisa menguntungkan para investor lokal bila disikapi dengan bijak. “Dalam sudut pandang ekonomi, selalu ada peluang, begitu juga pada 2023. Namun, investor harus melakukan penjajakan terlebih dahulu dengan melakukan investasi yang disiplin, bertahap, dan  memahami risiko dan opportunity-nya. Ini yang mesti dipelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Sikap optimistis juga keluar dari Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan yang mengatakan bahwa ekonomi dalam negeri akan aman dari tekanan ekonomi global pada 2023.

Menurutnya, terdapat faktor internal yang membuat pilar ekonomi domestik Tanah Air kuat. “Ekonomi kita ditopang lebih dari 50% oleh konsumsi rumah tangga. Pascapandemi, kita bisa lihat, masyarakat membelanjakan uangnya baik untuk konsumsi dan investasi, dari yang sebelumnya selama pandemi tertahan,” ujarnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia