Menu
Sign in
@ Contact
Search
Para pembicara dalam diskusi ekonomi dari kiri ke kanan: Ketua Departemen Ekonomi CSIS Fajar Hirawan, Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami, dan moderator Jordi Suharly. (Ist)

Para pembicara dalam diskusi ekonomi dari kiri ke kanan: Ketua Departemen Ekonomi CSIS Fajar Hirawan, Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami, dan moderator Jordi Suharly. (Ist)

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Bagaimana Peluang Investasi Tahun Depan?

Sabtu, 26 Nov 2022 | 19:40 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Krisis ekonomi global masih melanda dunia. Faktor-faktor yang melatarbelakanginya dipicu perang Rusia dan Ukraina, konflik geo-ekonomi negara adikuasa, dan persoalan supply and demand yang menimbulkan tekanan pada perekonomian global.

Persoalan itu memicu gejolak yang dinilai berdampak pada gejala resesi ekonomi dan berpotensi menjadi lebih parah pada kurun waktu 2023. Lalu bagaimana para investor lokal menghadapi situasi yang tidak pasti seperti ini?

Baca juga: Cerita Lo Kheng Hong Lolos dari Floating Loss Terbesarnya di Saham BUMI

Jangan khawatir. Itulah yang diimbau Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami saat menganalisa tantangan ekonomi pada 2023. Menurutnya, tahun depan,  justru para investor memiliki peluang besar. Mengapa?

Advertisement

“Karena kita sudah pernah mengalami krisis pada 1998, 2008, 2020, dan kita mampu melewatinya. Ke depan, tentu memiliki peluang, apalagi tahun 2024, di Indonesia ada pemilu, yang kemudian menjadi tenaga baru untuk bursa saham kita bisa mengalami kenaikan kembali. Dan ini, kalau kita cerna dengan baik adalah waktu yang baik untuk investasi dengan melihat profil risiko masing-masing,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (26/11/2022).

Apalagi, sebagai praktisi investasi di lapangan, menurut Benny, pengendalian ekonomi nasional masih relatif baik. “Saya pikir kondisi kita lagi bagus. Saya yakin Indonesia akan melewati situasi gelap. Sebab pengendalian inflasi kita masih terbilang baik, sekitar 5,7%. Kalau saya sebut, ini merupakan momentum, yang sebelumnya di 2019-2020 agak tersendat karena faktor pandemi, saat ini merupakan waktunya untuk mengalokasikan investasi,” tuturnya.

Karena itu, ia melihat ekonomi pada 2023 justru bisa menguntungkan para investor lokal bila disikapi dengan bijak. “Dalam sudut pandang ekonomi, selalu ada peluang, begitu juga pada 2023. Namun, investor harus melakukan penjajakan terlebih dahulu dengan melakukan investasi yang disiplin, bertahap, dan  memahami risiko dan opportunity-nya. Ini yang mesti dipelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Tips Memilih Kartu Kredit bagi Penyuka Otomotif

Sikap optimistis juga keluar dari Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan yang mengatakan bahwa ekonomi dalam negeri akan aman dari tekanan ekonomi global pada 2023.

Menurutnya, terdapat faktor internal yang membuat pilar ekonomi domestik Tanah Air kuat. “Ekonomi kita ditopang lebih dari 50% oleh konsumsi rumah tangga. Pascapandemi, kita bisa lihat, masyarakat membelanjakan uangnya baik untuk konsumsi dan investasi, dari yang sebelumnya selama pandemi tertahan,” ujarnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com