Jumat, 15 Mei 2026

Ditopang Grup Telkom (TLKM), Ini Rencana Aksi Indico

Penulis : Muawwan Daelami
27 Nov 2022 | 18:35 WIB
BAGIKAN
(ki-ka) CFO & CHRO Indico Andry Firdiansyah, CEO Indico Andi Kristianto, CTO & CPO Indico Luthfi K. Arif. (Foto: Indico)
(ki-ka) CFO & CHRO Indico Andry Firdiansyah, CEO Indico Andi Kristianto, CTO & CPO Indico Luthfi K. Arif. (Foto: Indico)

JAKARTA, investor.id – Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) melalui entitas anak, Indico, siap menjadi enabler pendukung ekosistem bisnis digital atau start-up di Indonesia. Aset jumbo dan kapabilitas mumpuni di industri telekomunikasi diyakini bakal menjadi diferensiasi.

"Kami melihat kematangan industri telekomunikasi selama puluhan tahun dapat mendukung ekosistem digital yang tepat dan menavigasi para pelaku bisnis digital. Telkomsel sebagai salah satu pelaku industri telekomunikasi memiliki aset dan kapabilitas yang akan berguna sebagai diferensiasi dalam pengembangan bisnis start-up," jelas CEO Indico Andi Kristianto dalam keterangan resmi, Minggu (27/11/2022).

Menurut Andi, para pelaku bisnis digital atau start-up saat ini menghadapi tantangan yang menuntut mereka segera membuktikan bisnis mereka menuju profitabilitas. Karena itu, keberadaan ekosistem digital yang mendukung start-up menjadi makin krusial.

ADVERTISEMENT

Menjawab tantangan tersebut, Telkomsel yang telah berkiprah selama 27 tahun terakhir telah memiliki lebih dari 260.000 BTS yang sebagian besar didukung teknologi broadband terkini yakni 4G dan 5G. Bahkan melalui kapabilitas tersebut, Telkomsel pun menjadi provider dengan jaringan terluas di Indonesia.

Tak diragukan lagi, melalui dukungan ekosistem digital berupa jaringan koneksi terluas, Andi optimistis Telkomsel melalui Indico akan dapat membantu start-up mengembangkan layanan berbasis digital. Sebab infrastruktur digital yang dimiliki Telkomsel mempunyai jaringan koneksi stabil dan masif di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.

Optimisme Telkomsel melalui Indico untuk mendukung pengembangan bisnis digital juga didasarkan pada jumlah pengguna yang tersebar di berbagai wilayah. Akuisisi pengguna, tutur Andi, juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi start-up terutama di fase early-stage.

Beruntungnya, industri telekomunikasi menjadi salah satu industri yang mempunyai jumlah pengguna terbesar di sebuah negara. Telkomsel sendiri memiliki lebih dari 170 juta pengguna yang tersebar di lebih dari 514 kota/kabupaten di Indonesia.

"Dukungan ekosistem berupa basis pengguna ini dapat menjadi starting pasar yang luar biasa besar bagi start-up dalam melakukan penetrasi pasar," tambah Andi.

Belum lagi, pentingnya pemahaman karakteristik pasar secara granular. Untuk itu, kemampuan start-up dalam menemukan ceruk pasar menjadi tantangan serius. Terbukti, banyak start-up yang stagnan, bahkan terpaksa gulung tikar karena gagal menganalisis kebutuhan pasar.

Sebab itu, kematangan industri telekomunikasi dengan cakupan jaringan yang terbesar dan basis penggunan yang paling banyak akan mampu menciptakan pemahaman karakteristik pasar secara granular.

Selain itu, kapabilitas industri yang mumpuni akan membantu start-up memahami kebutuhan pasar secara nyata dan membantu start-up menciptakan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat secara tepat dan efisien.

“Melalui dukungan kapabilitas industri telekomunikasi, kami optimistis ekosistem Indico dapat menciptakan nilai signifikan bagi start-up yang menjadi portofolio Indico dalam menghadapi tantangan serta mampu membantu mereka dalam menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat,” tutup Andi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia