Jumat, 15 Mei 2026

Aksi Protes Covid Meluas di Tiongkok, Minyak Ikut Bergerak Lesu

Penulis : Indah Handayani
28 Nov 2022 | 11:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak mentah
sumber: Antara
ilustrasi minyak mentah sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Pada pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh meluasnya aksi protes di Tiongkok menolak kebijakan nol-Covid di tengah lonjakan kasus harian Covid yang telah mencapai rekor untuk empat hari berturut-turut. Selain itu, isyarat Irak untuk meningkatkan produksi mulai tahun depan turut membatasi pergerakan harga.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, Angka infeksi harian Covid di Tiongkok mencapai 39,791 kasus pada 26 November, dibanding 35,183 pada sehari sebelumnya, yang sekaligus menandai rekor harian keempat berturut-turut, ungkap Komisi Kesehatan Nasional pada Minggu. Di tengah peningkatan tersebut, ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi protes menolak kebijakan nol-Covid yang dipicu oleh kebakaran yang terjadi pada 24 November di gedung perumahan bertingkat tinggi di kota Urumqi, ibu kota wilayah Xinjiang, dan menewaskan 10 orang, yang dikaitkan dengan penguncian.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, gelombang protes yang belum pernah terjadi sebelumnya itu telah menyebar ke sejumlah kota besar di Tiongkok seperti Shanghai, Beijing, Chengdu, Lanzhou, dan Wuhan. “Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan memicu pelemahan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (28/11/2022).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Irak yang merupakan produsen terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi, mengisyaratkan akan mulai meningkatkan kapasitas ekspor minyak mulai tahun depan sebesar 150 ribu – 250 ribu bph dari pelabuhan selatannya, ungkap Mohammed Saadoon, perwakilan nasional Irak di OPEC dan wakil direktur jenderal perusahaan pemasaran minyak milik negara yang dikenal sebagai SOMO, dalam sebuah wawancara di TV Irakiya milik negara. Selain itu, Saadoon juga menambahkan bahwa Irak menargetkan total ekspor sebesar 1 juta hingga 1.5 juta bph pada tahun 2025.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam pertemuan yang akan berlangsung pada 4 Desember nanti, OPEC dan sekutunya akan fokus mempertimbangkan kondisi dan keseimbangan pasar, ungkap Saadoun Mohsen, seorang pejabat senior SOMO pada hari Sabtu. Saadoun menambahkan bahwa pemangkasan produksi OPEC tidak akan mengurangi ekspor Irak, dan ia berharap harga minyak mentah akan mencapai US$ 85-95 pada tahun depan.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, fokus pasar lainnya juga tertuju pada pertemuan lanjutan Uni Eropa (UE) untuk membahas mengenai kesepakatan batas harga untuk minyak Rusia, setelah pertemuan pada 25 November dibatalkan. Sejauh ini terdapat negara-negara UE terbagi dalam 2 kubu, yaitu yang menyepakati harga pada kisaran US$65-70 per barel sesuai usulan dari G7, dan kubu lainnya yang menginginkan batas harga pada US$30-40 per barel, jauh lebih rendah dari harga pasar.  Untuk batas harga ini akan mulai diberlakukan pada 5 Desember mendatang, bertepatan dengan dimulainya larangan UE untuk ekspor minyak mentah Rusia melalui jalur laut.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 70 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia