Harga CPO Menguat
JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada perdagangan Selasa (29/11/2022). Setelah pada Senin (28/11/2022) perdagangan ditutup karena ditetapkan Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagai libur nasional di Malaysia.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (29/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 38 Ringgit Malaysia menjadi 4.098 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 71 Ringgit Malaysia menjadi 4.185 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 79 Ringgit Malaysia menjadi 4.219 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 83 Ringgit Malaysia menjadi 4.235 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 84 Ringgit Malaysia menjadi 4.213 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 80 Ringgit Malaysia menjadi 4.166 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO akan bergantung pada jajaran indikator yang bakal diperhatikan oleh para pelaku pasar. Mulai dari rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode bulan November, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.
“Harga CPO pekan ini berpotensi berada di resistance 4.500 – 4.650 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan support terdekat di harga 3.800 – 3.650 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.
Yoga menambahkan, harga CPO juga akan dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak kedelai yang pada pekan ini nampaknya masih akan bergerak terbatas atau tidak terlalu berfluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, perkembangan situasi pelayaran di jalur Laut Hitam, ancaman iklim La Nina di negara produsen utama, dan situasi di pasar CPO.
“Harga minyak kedelai diperkirakan akan berada di resistance US$ 74 - 76 per pounds, dan potensi support di kisaran harga US$ 70 - 68 per pounds,” tambahnya.
Yoga menambahkan, jika melihat dari data ekspor di negara eksportir utama yaitu Indonesia dan Malaysia, terjadi peningkatan permintaan dari negara importir, dan kemungkinan masih akan terus meningkat hingga awal tahun akibat berlangsungnya perayaan Chinese New Year yang jatuh di bulan Januari.
Sedangkan untuk penurunan pasokan ini nampaknya lebih diakibatkan karena efek dari tingginya curah hujan yang melanda. Mengutip dari departemen meteorologi Malaysia, diperkirakan curah hujan yang tinggi masih akan bertahan hingga bulan Maret tahun depan.
“Hingga akhir tahun, kemungkinan harga CPO akan menemui level resistance di kisaran harga 4.700 – 5.000 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.500 – 3.200 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






