Jumat, 15 Mei 2026

Emas Naik 8,40 Dolar karena Fed Mungkin Perlambat Kenaikan Suku Bunga

Penulis : Grace El Dora
30 Nov 2022 | 08:46 WIB
BAGIKAN
Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)
Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam upaya mengendalikan inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi ditutup pada 1.763,70 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.773,40 dolar AS dan terendah di 1.752,90 dolar AS.

Emas berjangka teraktif tergelincir 13,70 atau 0,78% menjadi 1.740,30 dolar AS pada Senin (28/11), setelah terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi 1.754,00 dolar AS pada Jumat (26/11), dan terdongkrak 5,70 dolar AS atau 0,33% menjadi 1.745,60 dolar AS pada Rabu (23/11).

ADVERTISEMENT

Data ekonomi yang dirilis pada Selasa tampak mixed. Indeks harga 20 kota AS CoreLogic Case-Shiller S&P turun 1,2% pada September, penurunan bulanan ketiga berturut-turut dan menyamai penurunan 1,3% yang diharapkan oleh para ekonom.

The Conference Board melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 100,2 pada November, dari 102,2 pada Oktober dan terendah sejak Juli.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan pada Senin bahwa Fed memiliki cara untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, serta dapat terus menaikkannya dan menahannya hingga 2024 untuk memerangi inflasi. Dia juga menegaskan kembali pandangannya bahwa suku bunga perlu dinaikkan setidaknya 1,0% menjadi antara 5,0% dan 5,25%.

Secara terpisah, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan bank sentral kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada 2024, karena tekanan inflasi akhirnya mereda. Dia juga mengatakan bahwa biaya pinjaman perlu dinaikkan lebih lanjut untuk menurunkan inflasi.

Emas melihat sedikit permintaan safe haven minggu ini, ketika muncul kerusuhan sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya di Tiongkok. Warga setempat memprotes kebijakan nol kasus Covid-19 yang ketat, menimbulkan kekhawatiran atas gangguan ekonomi global.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 31,1 sen atau 1,47% menjadi ditutup pada 21,436 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari meningkat 9,30 dolar atau 0,93%, menjadi ditutup pada 1.008,60 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia