Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)

Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)

Emas Naik 8,40 Dolar karena Fed Mungkin Perlambat Kenaikan Suku Bunga

Rabu, 30 Nov 2022 | 08:46 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

CHICAGO, investor.id – Harga emas lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam upaya mengendalikan inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi ditutup pada 1.763,70 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.773,40 dolar AS dan terendah di 1.752,90 dolar AS.

Baca juga: Pemerintah Usulkan Bank Emas Masuk dalam RUU P2SK

Emas berjangka teraktif tergelincir 13,70 atau 0,78% menjadi 1.740,30 dolar AS pada Senin (28/11), setelah terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi 1.754,00 dolar AS pada Jumat (26/11), dan terdongkrak 5,70 dolar AS atau 0,33% menjadi 1.745,60 dolar AS pada Rabu (23/11).

Advertisement

Data ekonomi yang dirilis pada Selasa tampak mixed. Indeks harga 20 kota AS CoreLogic Case-Shiller S&P turun 1,2% pada September, penurunan bulanan ketiga berturut-turut dan menyamai penurunan 1,3% yang diharapkan oleh para ekonom.

The Conference Board melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 100,2 pada November, dari 102,2 pada Oktober dan terendah sejak Juli.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan pada Senin bahwa Fed memiliki cara untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, serta dapat terus menaikkannya dan menahannya hingga 2024 untuk memerangi inflasi. Dia juga menegaskan kembali pandangannya bahwa suku bunga perlu dinaikkan setidaknya 1,0% menjadi antara 5,0% dan 5,25%.

Baca juga: Rupiah Melemah Seiring Berkurangnya Kepemilikan Asing di SBN

Secara terpisah, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan bank sentral kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada 2024, karena tekanan inflasi akhirnya mereda. Dia juga mengatakan bahwa biaya pinjaman perlu dinaikkan lebih lanjut untuk menurunkan inflasi.

Emas melihat sedikit permintaan safe haven minggu ini, ketika muncul kerusuhan sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya di Tiongkok. Warga setempat memprotes kebijakan nol kasus Covid-19 yang ketat, menimbulkan kekhawatiran atas gangguan ekonomi global.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 31,1 sen atau 1,47% menjadi ditutup pada 21,436 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari meningkat 9,30 dolar atau 0,93%, menjadi ditutup pada 1.008,60 dolar AS per ounce.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com