Jumat, 15 Mei 2026

Tiongkok Laporkan Penurunan Covid, Minyak Ikut Terdongkrak

Penulis : Indah Handayani
30 Nov 2022 | 12:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara
ilustrasi harga minyak sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau bergerak menguat pada Rabu pagi (30/11/2022). Didukung oleh sentimen dari rilisnya laporan EIA, situasi Covid-19 di Tiongkok dan isyarat OPEC+ untuk mempertahankan kebijakan produksinya. Meski demikian, pembicaraan batas harga yang masih menemui jalan buntu membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) dalam sepekan merosot turun sebesar 7.85 juta barel, ungkap laporan yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 25 November. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang kuat di pasar AS.

“Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA),” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (30/11/2022).

ADVERTISEMENT

Dari Tiongkok, Tim Research and Development ICDX menambahkan, dilaporkan bahwa angka infeksi harian Covid mencapai 37.828 kasus pada 29 November, turun dari 38.645 kasus sehari sebelumnya, ungkap Komisi Kesehatan Nasional pada Rabu (30/11/2022). Penurunan tersebut sekaligus menandai penurunan kasus selama dua hari berturut-turut.

“Situasi tersebut memicu harapan akan dilonggarkannya pembatasan, yang berdampak positif pada permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, dukungan terhadap harga minyak juga datang dari OPEC dan sekutunya yang kemungkinan akan tetap mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi dalam pertemuan 4 Desember mendatang, ungkap 5 sumber dari OPEC+ pada hari Selasa. Selain itu, 2 dari 5 sumber tersebut juga mengatakan potensi untuk pengurangan produksi tambahan juga kemungkinan akan dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan harga yang turun karena kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Berita tersebut menguatkan pernyataan sebelumnya dari Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman yang mengatakan bahwa pemangkasan produksi OPEC+ sebesar 2 juta bph akan berlanjut hingga akhir 2023.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, pertemuan para pemimpin Uni Eropa (UE) untuk menyepakati batas harga minyak Rusia hingga hari Selasa masih menemui jalan buntu. Penolakan tersebut masih datang dari Polandia, Lituania, dan Estonia yang menginginkan batas harga sebesar US$30 per barel.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 75 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia