Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Reli Dua Hari Beruntun

Penulis : Indah Handayani
1 Des 2022 | 05:05 WIB
BAGIKAN
Panenan sawit. Foto ilustrasi: IST
Panenan sawit. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives naik pada perdagangan Rabu (30/11/2022). Dengan demikian, harga CPO reli dua hari beruntun. Mengingat pada perdagangan Selasa (29/11/2022) harga CPO ditutup menguat.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (30/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.099 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 4 Ringgit Malaysia menjadi 4.189 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 15 Ringgit Malaysia menjadi 4.234 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 16 Ringgit Malaysia menjadi 4.251 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.232 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 24 Ringgit Malaysia menjadi 4.190 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak kedelai yang pada pekan ini nampaknya masih akan bergerak terbatas atau tidak terlalu berfluktuatif.  Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, perkembangan situasi pelayaran di jalur Laut Hitam, ancaman iklim La Nina di negara produsen utama, dan situasi di pasar CPO.

“Harga minyak kedelai diperkirakan akan berada di resistance US$ 74 - 76 per pounds, dan potensi support di kisaran harga US$ 70 - 68 per pounds,” tambahnya.

Yoga menambahkan, jika melihat dari data ekspor di negara eksportir utama yaitu Indonesia dan Malaysia, terjadi peningkatan permintaan dari negara importir, dan kemungkinan masih akan terus meningkat hingga awal tahun akibat berlangsungnya perayaan Chinese New Year yang jatuh di bulan Januari.

Sedangkan untuk penurunan pasokan ini nampaknya lebih diakibatkan karena efek dari tingginya curah hujan yang melanda. Mengutip dari departemen meteorologi Malaysia, diperkirakan curah hujan yang tinggi masih akan bertahan hingga bulan Maret tahun depan.

“Hingga akhir tahun, kemungkinan harga CPO akan menemui level resistance di kisaran harga 4.700 – 5.000 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.500 – 3.200 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia