Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

Harga Minyak Naik Terdorong Ketatnya Pasokan

Kamis, 1 Des 2022 | 06:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

HOUSTON, investor.id - Harga minyak naik lebih dari US$ 2 per barel pada Rabu (30/11/2022). Terdorong tanda-tanda ketatnya pasokan, dolar yang lebih lemah, dan optimisme atas pemulihan permintaan Tiongkok.

Namun, kenaikan tersebut terbatasi dengan keputusan OPEC+ untuk mengadakan pertemuan 4 Desember sebenarnya menandakan sedikit kemungkinan perubahan kebijakan, sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut mengatakan kepada Reuters pada Rabu (30/11/2022).

Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik US$ 2,40 (2,8%) menjadi US$ 85,43 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik US$ 2,35 (3,01%) menjadi US$ 80,55 per barel.

Baca juga: Tiongkok Laporkan Penurunan Covid, Minyak Ikut Terdongkrak

Advertisement

Kenaikan harga tersebut mengikuti ekspektasi pasokan minyak mentah yang lebih ketat. Stok minyak mentah AS anjlok hampir 13 juta barel, terbesar sejak 2019, dalam pekan yang berakhir 25 November, menurut Administrasi Informasi Energi.

Tetapi permintaan minyak pemanas turun untuk minggu kedua berturut-turut menjelang musim dingin, membatasi kenaikan harga.

"Menjalankan semua minyak mentah itu melalui kilang, Anda akan memproses banyak distilasi. Ada alasan untuk khawatir di sini," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho

Demikian pula, produksi minyak AS naik 2,4% menjadi 12,27 juta barel per hari (bpd) pada September, angka pemerintah menunjukkan pada Rabu (30/11/2022), tertinggi sejak awal pandemi Covid-19.

Baca juga: Minyak Naik di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Covid-19 Tiongkok

Badan Energi Internasional memperkirakan produksi minyak mentah Rusia akan dibatasi sekitar 2 juta barel minyak per hari pada akhir kuartal pertama tahun depan, kata ketua Fatih Birol kepada Reuters, Selasa (29/11/2022).

Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang memberlakukan batasan harga, kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova

Di sisi permintaan, dukungan lebih lanjut datang dari optimisme pemulihan permintaan di Tiongkok yang merupakan pembeli minyak mentah terbesar di dunia.

Baca juga: Rusia Susun Aturan Larangan Ekspor, Harga Minyak Ikut Terdongkrak

Tiongkok melaporkan lebih sedikit angka pasien Covid-19 daripada Selasa (29/11/2022), sementara pasar berspekulasi bahwa protes akhir pekan dapat mendorong pelonggaran pembatasan perjalanan.

Guangzhou, kota selatan, melonggarkan aturan pencegahan Covid-19 di beberapa distrik pada Rabu (30/11/2022).

Penurunan dolar AS juga menjadi pendorong bullish untuk harga minyak. Greenback yang lebih lemah membuat kontrak minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, dan meningkatkan permintaan.

Ketua Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk berbicara tentang ekonomi dan pasar tenaga kerja pada Rabu (1/12/2022), dengan investor mencari petunjuk tentang kapan Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunga yang agresif.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com