Emas Tergelincir 3,80 Dolar, Investor Bereaksi Atas Pidato Powell
CHICAGO, investor.id – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik melemah dari keuntungan sesi sebelumnya namun masih tetap bertahan di atas level psikologis 1.750 dolar AS. Ini didorong sentimen investor yang bereaksi terhadap pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell di Amerika Serikat (AS).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 3,80 dolar AS atau 0,22% menjadi ditutup pada 1.759,90 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.779,00 dolar AS dan terendah di 1.758,21 dolar AS.
Emas berjangka terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi 1.763,70 dolar AS pada Selasa (29/11), setelah tergelincir 13,70 atau 0,78% menjadi 1.740,30 dolar AS pada Senin (28/11), dan menguat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi 1.754,00 dolar AS pada Jumat (26/11).
Berbicara di Brookings Institution pada Rabu (30/11), Powell mengisyaratkan bahwa Fed belum selesai menahan inflasi, tetapi laju kenaikan suku bunga dapat melambat segera setelah pertemuan Desember.
Dia mencatat The Fed belum melihat kemajuan yang jelas dalam memperlambat inflasi, menunjukkan lebih banyak kenaikan suku bunga yang akan datang. Ini memberi tekanan pada emas.
Data ekonomi yang dirilis Rabu bervariasi. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,9% pada kuartal III-2022. Pada kuartal II-2022, PDB riil turun 0,6%.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa ada 10,3 juta pekerjaan yang tersedia pada Oktober, turun dari hampir 10,7 juta pada September.
National Association of Realtors melaporkan bahwa indeks penjualan rumah tertunda (pending home sales) AS turun 4,6% menjadi 77,1 pada Oktober, lebih baik dari penurunan 5,0% yang diperkirakan oleh para ekonom.
The Automated Data Processing Inc (ADP). melaporkan bahwa pemberi kerja swasta AS menambahkan 127.000 karyawan ke daftar gaji mereka pada November, turun dari 239.000 karyawan baru pada Oktober dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 190.000 tambahan untuk bulan tersebut.
Institute of Supply Management-Chicago melaporkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) Chicago turun menjadi 37,2 poin pada November dari 45,20 poin pada Oktober, menandai kontraksi bulan ketiga berturut-turut. Ini juga merupakan pembacaan terendah sejak Mei 2020 dan jauh di bawah perkiraan pasar 47 poin.
Prospek emas masih tetap tidak menentu, mengingat tren inflasi AS jauh di atas target tahunan Fed. Inflasi yang membandel dapat membuat bank sentral memperketat kebijakan moneter lebih lanjut untuk menurunkan harga, yang jadi skenario negatif untuk emas.
Logam kuning turun tajam tahun ini karena kenaikan suku bunga mendorong peluang kerugian memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Emas berakhir 7,3% lebih tinggi untuk November, kenaikan bulanan pertama sejak Maret.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 34,5 sen atau 1,61% menjadi ditutup pada 21,781 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 30,70 dolar AS atau 3,04%, menjadi ditutup pada 1.039,30 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






