Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Tokcer, 2 Emiten Grup Bakrie hingga SMDR Masuk IDX Sharia Growth

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Des 2022 | 14:26 WIB
BAGIKAN
Pekerja membersihkan patung Banteng Wulung yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pekerja membersihkan patung Banteng Wulung yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap indeks saham syariah, yakni IDX Sharia Growth.

“Jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks efektif berlaku pada tanggal 1 Desember 2022,” jelas pengumuman BEI dikutip Kamis (1/12/2022).

Untuk IDX Sharia Growth, periode efektif konstituen Desember 2022-Mei 2023 dan periode efektif jumlah saham perhitungan indeks Desember 2022-Mei 2023.

ADVERTISEMENT

14 nama baru dimasukkan pada indeks ini, seperti saham emiten Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Selain itu, ada PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Ada juga 14 saham keluar dari indeks ini, di antaranya PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Dalam situs resmi BEI dijelaskan bahwa IDX Sharia Growth (IDXSHAGROW) adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham syariah yang memiliki tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

IDX Sharia Growth diluncurkan pada tanggal 31 Oktober 2022. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen IDX Sharia Growth dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen IDX Sharia Growth. Adapun kriteria yang digunakan dalam menyeleksi 30 saham syariah yang menjadi konstituen IDX Sharia Growth adalah sebagai berikut:

- Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Jakarta Islamic Index (JII70)

- Membukukan laba bersih dan tidak memiliki rasio price-to-earnings (PER) bernilai ekstrem

- 30 saham syariah dengan nilai skor tren pertumbuhan rasio price-to-earnings ratio (PER) dan tren pertumbuhan rasio price-to-sales ratio (PSR) tertinggi terpilih menjadi konstituen indeks

Berikut 30 saham IDX Sharia Growth:

Laba Bersih Tokcer, 2 Emiten Grup Bakrie hingga SMDR Masuk IDX Sharia Growth
BEI

Berikut konstituen yang keluar dari penghitungan indeks IDX Sharia Growth:

Laba Bersih Tokcer, 2 Emiten Grup Bakrie hingga SMDR Masuk IDX Sharia Growth
BEI

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia