TBS Energi (TOBA) Blak-blakan soal Rencana Besar Bisnis Motor Listrik
JAKARTA, investor.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menargetkan pembangunan fasilitas perakitan dan manufaktur motor listrik mulai tahun depan. Hal ini dilatarbelakangi perkembangan ekosistem kendaraan listrik melalui Electrum, perusahaan patungan TBS dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang menunjukkan momentum positif setahun terakhir.
Wakil Presiden Direktur TBS Energi Utama Pandu Patria Sjahrir mengatakan, positifnya kinerja keuangan yang ditopang dari sisi pertambangan dan penjualan batu bara serta ketenagalistrikan, akan digunakan untuk berinvestasi kembali di bisnis hijau perusahaan.
"Kinerja keuangan yang positif dari TBS hingga kuartal ketiga menjadi modal penting bagi perseroan untuk melakukan reinvestasi pada dua pilar bisnis hijau yang kami miliki, yaitu energi baru terbarukan (EBT) dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik," ungkap Pandu dalam paparan publik secara virtual, Kamis (1/12/2022).
Pandu menambahkan, TBS telah memiliki target pengembangan EBT sebesar 1 GW hingga 2030 melalui pengembangan bisnis di sektor energi terbarukan yang melingkupi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTMH), bayu, biomassa, panel surya hingga waste to energy.
Saat ini, emiten berkode saham TOBA tersebut telah memulai tahap konstruksi satu proyek pembangkit listrik tenaga mini-hidro di Lampung dengan kapasitas 2x3 MW dan akan rampung sesuai target COD PLN pada 2024.
Di samping itu, melalui komitmen TBS2030, TOBA telah mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis secara holistik dengan tiga pilar utama, yaitu thriving environment (lingkungan yang lestari), empowered people (masyarakat berdaya), dan trusted partner (mitra terpercaya). Tiga pilar utama TBS2030 terdiri dari 12 goals dengan metrik dan metodologi pengukuran yang jelas, serta akan dilaporkan setiap tahun di laporan keberlanjutan perusahaan.
"Dari data yang berhasil dikumpulkan, hingga akhir tahun ini Electrum berhasil menempuh jarak 4,5 juta kilometer melalui pilot project dengan kurang lebih 500 motor. Antusiasme yang tinggi di tengah masyarakat menjadi catatan penting bahwa adopsi penggunaan motor listrik untuk melengkapi gaya hidup sehat dalam bermobilisasi sangat dibutuhkan,” tegas Pandu.
Hingga akhir September 2022, TOBA mencatat total pendapatan sebesar US$ 469 juta, tumbuh 64% dari periode sama tahun lalu. Seiring meningkatnya pendapatan, perseroan juga berhasil membukukan laba bersih US$ 84 juta atau melesat 86% dibandingkan tahun lalu.
Hingga akhir kuartal III-2022, total aset TOBA meningkat 12% menjadi US$ 894 juta. Segmen bisnis batu bara masih menjadi kontributor tertinggi pendapatan perseroan yang mencapai US$ 429 juta, melonjak 87% dibanding periode sama 2021.
Direktur TBS Energi Utama Alvin Sunanda mengatakan, hasil keuangan yang positif bagi perseroan akan menjadi landasan kuat untuk terus melanjutkan fokus dalam bertransformasi menuju energi baru terbarukan (EBT) dan kendaraan listrik.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






