Jumat, 15 Mei 2026

Emas Melonjak 55,30 Dolar, Dipicu Greenback yang Melemah

Penulis : Grace El Dora
2 Des 2022 | 09:11 WIB
BAGIKAN
Emas murni batangan 99,9 persen. (Foto: ANTARA/Shutterstock/aa)
Emas murni batangan 99,9 persen. (Foto: ANTARA/Shutterstock/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas menguat tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan sehari sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh greenback atau dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah setelah Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 55,3 atau 3,14% menjadi ditutup pada 1.815,20 dolar AS per ounce, menetap di level tertinggi sejak 12 Agustus setelah mencapai tertinggi sesi di 1.818,40 dolar AS dan terendah di 1.782,90 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 3,80 dolar AS atau 0,22% menjadi ditutup pada 1.759,90 dolar AS pada Rabu (30/11), setelah terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi 1.763,70 dolar AS pada Selasa (29/11), dan tergelincir 13,70 atau 0,78% menjadi 1.740,30 dolar AS pada Senin (28/11).

ADVERTISEMENT

Dolar AS juga merosot pada Kamis (1/12) setelah ukuran inflasi pilihan Fed melambat pada Oktober. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 1,15% menjadi 104,7300.

Data ekonomi yang dirilis Kamis terlihat beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS meningkat 0,3% pada Oktober. Tidak termasuk makanan dan energi, indeks ini naik 0,2%, sedikit di bawah perkiraan.

Institute for Supply Management mengatakan indeks aktivitas manufaktur AS turun menjadi 49,0 pada November dari 50,2 pada Oktober, pembacaan terendah sejak Mei 2020 dan pertama kali sejak indeks turun di bawah 50, ambang batas yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran konstruksi AS turun 0,3% pada Oktober, setelah naik 0,1% pada September.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 225.000 klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 26 November, turun 16.000 dari level revisi minggu sebelumnya.

Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur S&P Global AS berada di level 47,7 pada November, turun 2,7 poin indeks dari pembacaan Oktober. Angka tersebut menunjukkan penurunan paling tajam sejak Juni 2020.

Sebelumnya, gubernur Fed mengatakan dalam sebuah pidato di Washington bahwa bank sentral kemungkinan akan memoderasi laju kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, karena mundur untuk mengamati dampak dari kenaikan tajam suku bunga terhadap ekonomi tahun ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 1,06 dolar AS atau 4,87%, menjadi ditutup pada 22,841 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari terangkat 15,60 dolar AS atau 1,5%, menjadi ditutup pada 1.054,90 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia