Dolar Tergelincir di Tengah Data Pekerjaan AS
NEW YORK, investor.id - Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (2/12/2022). Karena pelaku pasar mencerna data penggajian non-pertanian AS terbaru dan setelah seorang pejabat Federal Reserve mengatakan kenaikan suku bunga kemungkinan akan melambat.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,18% menjadi 104,5460.
Pada akhir perdagangan New York, Euro naik menjadi US$ 1,053 dari US$ 1,052 pada sesi sebelumnya. Sedangkan poundsterling Inggris meningkat menjadi US$ 1,228 dari US$ 1,225 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 134,47 yen Jepang, lebih rendah dari 135,24 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9377 franc Swiss dari 0,9367 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3463 dolar Kanada dari 1,3427 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,3254 krona Swedia dari 10,3088 krona Swedia.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (2/12/2022) bahwa pemberi kerja negara itu menambahkan 263 ribu pekerjaan pada November, turun dari revisi naik Oktober 284 ribu, tetapi lebih tinggi dari perkiraan konsensus 200 ribu. Tingkat pengangguran tidak berubah pada 3,7%.
"Kenaikan data gaji yang solid lainnya, tetapi satu bulan lagi dengan pekerjaan yang ditambahkan lebih sedikit dari bulan sebelumnya," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, mengatakan dalam sebuah catatan pada Jumat (2/12/2022).
"Tidak ada dalam laporan ini yang akan memaksa Fed dengan satu atau lain cara. Artinya, tidak ada alasan untuk lebih agresif dalam menaikkan suku bunga, tapi juga tidak ada alasan untuk berhenti mendaki juga,” tambahnya.
"Perekrutan yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberi Fed lebih banyak waktu untuk tetap agresif," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Convera di Washington.
Sementara itu, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga kemungkinan akan melambat, tetapi menambahkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan perlu menaikkan biaya pinjaman ke puncak ‘sedikit lebih tinggi’ daripada yang diperkirakan dalam perkiraan mulai September.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






