Menu
Sign in
@ Contact
Search
Teller menghitung mata uang dolar AS di salah satu money changer di Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Teller menghitung mata uang dolar AS di salah satu money changer di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Dolar Tergelincir di Tengah Data Pekerjaan AS

Sabtu, 3 Des 2022 | 07:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id  - Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (2/12/2022). Karena pelaku pasar mencerna data penggajian non-pertanian AS terbaru dan setelah seorang pejabat Federal Reserve mengatakan kenaikan suku bunga kemungkinan akan melambat.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,18% menjadi 104,5460.

Pada akhir perdagangan New York, Euro naik menjadi US$ 1,053 dari US$  1,052 pada sesi sebelumnya. Sedangkan poundsterling Inggris meningkat menjadi US$ 1,228 dari US$ 1,225 pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Emas Melonjak 55,30 Dolar, Dipicu Greenback yang Melemah

Advertisement

Dolar AS dibeli 134,47 yen Jepang, lebih rendah dari 135,24 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9377 franc Swiss dari 0,9367 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3463 dolar Kanada dari 1,3427 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,3254 krona Swedia dari 10,3088 krona Swedia.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (2/12/2022) bahwa pemberi kerja negara itu menambahkan 263 ribu pekerjaan pada November, turun dari revisi naik Oktober 284 ribu, tetapi lebih tinggi dari perkiraan konsensus 200 ribu. Tingkat pengangguran tidak berubah pada 3,7%.

Baca juga: Emas Tergelincir 3,80 Dolar, Investor Bereaksi Atas Pidato Powell

"Kenaikan data gaji yang solid lainnya, tetapi satu bulan lagi dengan pekerjaan yang ditambahkan lebih sedikit dari bulan sebelumnya," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, mengatakan dalam sebuah catatan pada Jumat (2/12/2022).

"Tidak ada dalam laporan ini yang akan memaksa Fed dengan satu atau lain cara. Artinya, tidak ada alasan untuk lebih agresif dalam menaikkan suku bunga, tapi juga tidak ada alasan untuk berhenti mendaki juga,” tambahnya.

Baca juga: Emas Naik 8,40 Dolar karena Fed Mungkin Perlambat Kenaikan Suku Bunga

"Perekrutan yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberi Fed lebih banyak waktu untuk tetap agresif," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Convera di Washington.

Sementara itu, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga kemungkinan akan melambat, tetapi menambahkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan perlu menaikkan biaya pinjaman ke puncak ‘sedikit lebih tinggi’ daripada yang diperkirakan dalam perkiraan mulai September.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com