Tiongkok Isyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut, Minyak Ikut Menguat
JAKARTA, investor.id - Setelah ditutup melemah pada perdagangan kemarin dipicu oleh pengumuman harga jual minyak Aramco bulan Januari, Selasa pagi (6/12/2022) harga minyak terpantau kembali bergerak menguat didukung oleh beberapa sentimen positif. Diantaranya isyarat pelonggaran pembatasan lebih lanjut di Tiongkok, penegasan sikap Rusia dan efek pemberlakuan batas harga.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, produsen minyak negara Saudi Aramco pada hari Senin mengumumkan harga jual resmi minyak untuk pengiriman bulan Januari tujuan Asia, dipangkas turun sebesar US$ 2,20 per barel menjadi US$ 3,25 per barel, level terendah dalam 10 bulan. Untuk tujuan Eropa barat laut juga diturunkan sebesar US$ 1,80 per barel, dan tujuan AS tidak berubah dari harga Desember.
Baca Juga:
Minyak Jatuh Lebih dari 3%“Harga jual resmi ini biasanya dijadikan referensi bagi produsen minyak asal Timur Tengah lainnya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (6/12/2022).
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, isyarat Tiongkok untuk melonggarkan pembatasan semakin menguat, menyusul berita bahwa pemerintah Tiongkok kemungkinan akan mengumumkan 10 langkah pelonggaran baru paling cepat hari Rabu, ungkap dua sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Senin.
Pihak otoritas kota Beijing pada hari Selasa resmi mencabut kewajiban penunjukkan hasil tes Covid negatif saat memasuki supermarket dan gedung komersil. Komisi Kesehatan Nasional melaporkan angka infeksi harian di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu mencapai 28.062 kasus pada 5 Desember, turun dari 30.014 pada sehari sebelumnya.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Rusia menegaskan bahwa batas harga yang diberlakukan oleh Barat tidak akan menghentikan aksi militernya di Ukraina, bahkan langkah tersebut hanya akan memicu destabilisasi pasar energi global, ujar juru bicara Rusia Dmitry Peskov pada hari Senin.
“Sikap Rusia tersebut mengindikasikan bahwa konflik Ukraina masih akan terus berlanjut, dan situasi krisis energi yang dihadapi Uni Eropa (UE) saat ini berpotensi semakin memburuk,” jelas Tim Research and Development ICDX.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen positif lainnya datang dari gangguan pasokan yang mulai terlihat dari antrian panjang kapal tanker minyak di lepas pantai Turki pada hari pertama penerapan batas harga terhadap minyak Rusia. Sekitar 19 kapal tanker dilaporkan sedang mengantri untuk diperiksa apakah minyak yang dimuat dibeli sesuai atau di bawah batas harga yang ditetapkan, yaitu di level US$ 60 per barel, ungkap sumber dari broker kapal, pedagang minyak dan layanan pelacakan satelit pada hari Senin.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






