Menu
Sign in
@ Contact
Search
Layanan GoRide Electric. (Foto: GOTO)

Layanan GoRide Electric. (Foto: GOTO)

KSEI Rilis Data Terbaru Pemegang Saham GOTO, Citibank Pegang 5,8%

Selasa, 6 Des 2022 | 13:31 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Ada yang menarik dari data pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 2 Desember 2022. CItibank Singapore tiba-tiba terdaftar sebagai pemegang saham GOTO dengan kepemilikan sebanyak 68,71 miliar saham atau 5,8%

Per 1 Desember 2022, Citibank yang mewakili Pemerintah Singapura ini belum tercatat sebagai pemegang di atas 5% atas saham GOTO.

Baca juga: Ramai soal Saham GOTO Dijual Rp 2 per Saham? Ternyata karena Ini

Berdasarkan data pemegang saham GOTO, satu-satunya pemegang saham asal Singapura hanya SVF GT Subco (Singapore) Pte Ltd yang beralamat di Capitagreen Singapore dengan kepemilikan sebanyak 103,12 miliar saham atau 8,71% saham GOTO.

Advertisement

Masuknya CItibank sebagai pemegang saham baru GOTO mengindikasikan bahwa perusahaan investasi asal Singapura melakukan pembelian saham di pasar dalam beberapa hari terakhir. Masuknya investor ini bisa menjadi sentimen positif terhadap harga saham GOTO, sekaligus dapat mengakhiri turbulensi selama dua pekan terakhir.

Selain Citibank Singapore, nama nama investor kakap lainnya juga terus menambah porsi kepemilikan saham di GOTO. Antara lain, BlackRock yang tercatat menggenggam saham GOTO sebanyak 463,13 juta pada kuartal II-2022. Jumlahnya bertambah menjadi 1,1 miliar per akhir kuartal III-2022. BlackRock merupakan investor kawakan dengan horizon investasi jangka panjang. Aktivitasnya di pasar selalu menjadi rujukan para hedge fund lainnya.

Selain BlackRock ada nama lain yang juga terpantau mengakumulasi saham GOTO sejak semester II-2022 dimulai seperti State Street Corp, FlexShares Trust, Amplify Investment, Mellon Investment Corporation, Eaton Vance Management, Lion Global Investors Limited, Inspire Investing, hingga Allianz Global Investors Asia Pacific Limited.

Baca juga: Intip Daftar Rekomendasi dan Target Harga Saham GOTO

Data pemegang saham yang dirilis KSEI juga mengonfirmasi bahwa pada akhirnya investor akan melihat fundamental GOTO dan prospek bisnisnya di masa depan. Terlebih, GOTO telah merampingkan organisasi, memangkas biaya bakar uang dan pada saat yang sama mengoptimalkan sinergi bisnis antar ekosistem untuk menggenjot revenue.

“Selama konsumen naik Gojek, memesan makanan di GoFood, belanja di Tokopedia dan bayar pakai Gopay, maka tidak ada alasan untuk khawatir dengan keberlanjutan bisnis perusahaan ini,” kata Andrew Susilo, Analis MNC Sekuritas.

Baca juga: Sentimen Lock Up Bersifat Sementara, GOTO Berpeluang Rebound

Hingga sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO ditutup melemah Rp 8 (6,50%) menjadi Rp 115 dengan nilai transaksi hampir Rp 18 miliar.

Sebelumnya, Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee menilai saham GOTO yang memerah beberapa hari hari terakhir didorong penjualan investor ritel. Investor lama dan yang membeli di waktu IPO biasanya sudah memahami risiko bisnis dan punya horizon investasi yang lama.

“Sehingga, menjual saham teknologi di periode bunga mulai naik dan cenderung tinggi adalah tidak tepat. Harga saat ini tidak optimal bagi investor karena masalah sentimen ekonomi. Investor yang lama berinvestasi di GOTO pasti lebih sabar menanti harga saham lebih optimal,” kata Hans dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022).

Meski harga saham GOTO turun, sejumlah investor tetap melakukan pembelian. Data RTI mencatat, broker favorit investor Asing JP Morgan. Investor baru yang membeli pasti sudah melakukan evaluasi secara cermat, termasuk potensi bisnis di masa yang akan datang sehingga mereka melihat penurunan harga saat ini bisa jadi sebuah momentum untuk akumulasi. “Karena penurunan harga akan membuat saham yang punya fundamental bagus menjadi terlihat lebih menarik,” kata Hans.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Andrew Susilo menyarankan investor untuk mencermati teknikal saham GOTO, terutama jika sudah memasuki fase jenuh jual (oversold).

“Tidak mungkin harga bergerak hanya satu arah, pasti ada titik baliknya. Ini justru peluang yang bagus. Lagipula, selama pelanggan naik Gojek, memesan GoFood, belanja di Tokopedia dan membayar menggunakan Gopay, maka tidak perlu khawatir berlebihan,” jelas Andrew.

Sementara itu, konsensus Bloomberg hingga saat ini menunjukkan sebanyak 11 dari 20 analis dalam memiliki target rata-rata harga saham ini selama 12 bulan di level Rp 292,88 per saham. Harga tersebut 125% lebih tinggi dibandingkan harga pada penutupan Jumat siang sebesar Rp 132 per saham.

Dengan situasi saat ini, 11 analis tersebut merekomendasikan beli saham GOTO. Sementara 4 analis menyarankan hold dan 5 analis dalam konsensus Bloomberg itu lebih merekomendasikan jual kepada investor.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com