Jumat, 15 Mei 2026

Bukan GOTO, Sentimen Global Jadi Penyebab IHSG Melemah 

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
7 Des 2022 | 04:21 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Bukan GOTO, tetapi sentimen global jadi faktor utama penyebab IHSG melemah pada perdagangan Selasa (6/12/22). Meski demikian, IHSG berpeluang bangkit oleh aksi window dressing yang biasanya terjadi menjelang tutup tahun.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, pelemahan yang terjadi pada indeks seiring dengan rilisnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) selama 2 hari berturut-turut yang menunjukkan data ekonomi yang kuat, dimana tingkat upah masih tumbuh, serta data indeks PMI Sektor Jasa yang jauh melebihi ekspektasi.

Dengan data tersebut, Fajar mengatakan, membuat outlook inflasi AS masih akan tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara agresif kembali muncul. "Yield obligasi AS juga sudah kembali naik ke level di atas 3,6% dari 3,4% di akhir pekan lalu," jelasnya kepada Investor Daily, Selasa (6/12/22).

ADVERTISEMENT

Fajar melanjutkan, ada beberapa sentimen yang mampu membawa IHSG kembali menghijau, yakni aksi window dressing yang biasanya dilakukan oleh para Manajer Investasi menjelang tutup tahun. Selain itu, penguatan indeks akan terjadi apabila ekspektasi kenaikan suku bunga AS melemah dan juga rencana pembukaan ekonomi kembali dari Tiongkok juga diyakini mampu menjadi obat ampuh IHSG.

"Window dressing masih berpotensi untuk terjadi. Namun, jika melihat sentimen-sentimen negatif dari global yang masih cukup kuat, mungkin kenaikannya tidak akan seagresif seperti sebelumnya," ujarnya.

Saat IHSG memerah, Fajar merekomendasikan para investor untuk melakukan averaging down dan buy on weakness kepada saham-saham berfundamental solid. Salah satunya, BBCA yang harganya kini sedang terdiskon. "Investor bisa mencermati sektor banking terutama big 4 banks, serta emtien di sektor energi, seiring dengan sentimen memasuki musim dingin, sehingga meningkatkan akan permintaan komoditas energi," pungkasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia