Ditanya BEI soal Volatilitas, Begini Kata GOTO
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait volatilitas perdagangan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhir-akhir ini.
Hal itu terungkap dari tanggapan pihak GOTO dalam menjawab permintaan penjelasan BEI yang diunggah pada keterbukaan informasi di situs resmi BEI.
Pertanyaan yang diajukan BEI di antaranya apakah GOTO berencana melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat, juga perihal apakah GOTO mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan.
Merespons pertanyaan, Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani menjelaskan, perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Dia menyatakan, sehubungan dengan tindakan korporasi, sebagaimana telah disampaikan, pada rapat umum pemegang saham tahunan tanggal 28 Juni 2022, perseroan telah memperoleh persetujuan untuk menerbitkan saham tanpa memberikan hak memesan terlebih dahulu (non-HMETD) sebesar maksimal 118.436.392.950 lembar saham seri A atau sebesar 10% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan.
“Berdasarkan persetujuan pemegang saham tersebut, perseroan dapat melakukan PMTHMETD sampai dengan Juni 2023. Sampai dengan saat ini, perseroan masih terus menjajaki berbagai opsi secara opportunistic dengan memperhatikan kondisi pasar modal dan makro ekonomi. Jika ada kesempatan yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan perseroan, maka perseroan berharap dapat menggunakan PMTHMETD tersebut,” jelas Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (7/12/2022).
Lebih jauh, BEI menanyakan apakah GOTO mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu. Kemudian, Koesoemohadiani menyatakan, perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sehubungan dengan kepemilikan sahamnya, kecuali sehubungan dengan program opsi saham karyawan dan konsultan yang dikelola oleh GoTo Peopleverse Fund (GPF). Di mana, hal itu telah dijabarkan di dalam prospektus.
“Program ini sudah mulai dilaksanakan oleh para partisipan dan saham yang menjadi hak para partisipan sudah mulai di dipindahkan dari GPF ke masing-masing partisipan,” paparnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






