Jumat, 15 Mei 2026

Dunia akan Alami Resesi Global pada 2023, Bagaimana Aset Kripto?

Penulis : Indah Handayani
14 Des 2022 | 17:23 WIB
BAGIKAN
File foto berbagai aset kripto termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin. (Foto: iStock)
File foto berbagai aset kripto termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin. (Foto: iStock)

JAKARTA, investor.id – Pada 2023, suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan tetap tinggi sepanjang 2023 guna melawan inflasi. Selain itu, mayoritas ekonom bahkan sepakat kemungkinan Amerika Serikat (AS) dan global pada 2023 akan mengalami resesi yang berdampak pada seluruh pasar keuangan, tidak terkecuali aset kripto.

Dikutip dari Pintu Academy, The Fed diketahui akan tetap mempertahankan suku bunga pada angka tinggi pada 2023. Wall Street dan pasar merespons pesimistis pada paruh kedua tahun 2023 penurun suka bunga tidak akan terjadi karena diperkirakan kemungkinan resesi sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan sinyal The Fed, diperkirakan tingkat suku bunga pada awal 2023 berada di kisaran 5%. Pada pertemuan Desember 2022, The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis point (bps), dan diikuti oleh dua kenaikan 25 bps pada 2023.

Proyeksi akan terjadinya resesi juga diprediksi oleh ekonom berdasarkan survei dari Bloomberg News pada 2-7 Desember 2022. Konsensus yang berkembang dari ekonom adalah 81% setuju akan adanya kemungkinan resesi di Amerika Serikat, sementara 76% dari mereka memperkirakan resesi global akan terjadi dan tentunya akan berdampak juga pada pasar keuangan seperti kripto.

Chief Marketing Officer Pintu Timothius Martin mengatakan, selama sepekan terakhir, Bitcoin (BTC) masih berada dalam pola bullish flag pada grafik harian maupun mingguan. “Sedangkan untuk titik resistensi berada di US$ 18.200 dan titik support pada US$ 16.700 dan diperkirakan Bitcoin masih bergerak sideways,” ungkap Timothius dalam keterangan pers, Rabu (14/12/2022).  

Menurut Timothius, potensi resesi ekonomi bagi Amerika Serikat dapat menjadi faktor esensial terhadap pasar kripto dan perekonomian dunia. “Segala kemungkinan masih dapat terjadi dan investor perlu mempertimbangkan berbagai sentimen yang terjadi di pasar secara keseluruhan dan mengatur strategi investasi yang tepat,” tutup Timothius.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia