Jumat, 15 Mei 2026

Investor Asing Lanjutkan Net Sell Rp 1,06 Triliun, Saham Berikut Ini Dilepas

Penulis : Parluhutan Situmorang
15 Des 2022 | 17:02 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,06 triliun di pasar reguler, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/12/2022), sebanyak 49,89 poin (0,73%) menjadi 6.751,86. Indeks bergerak dalam rentang 6.740,96-6.801,84 dengan nilai transaksi Rp 7,85 triliun.

Net sell terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 288,51 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 167,42 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 149,99 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 110,32 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 55,62 miliar.

Sebaliknya penguatan melanda saham PT Charoend Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 15,01 miliar, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 11,79 miliar, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) Rp 11,62 miliar, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) Rp 10,50 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 9,70 miliar.

ADVERTISEMENT

Penurunan indeks dipengaruhi pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti saham sektor konsumer primer melemah 1,03%, saham sektor infrastruktur 0,68%, kesehatan 0,68%, saham keuangan 0,80%, dan saham properti 0,79%. Sebaliknya saham teknologi naik 0,87% dan sektor transprotasi 0,04%.

Meski IHSG melemah, sejumlah saham ini torehkan lonjakn harga, seperti saahm PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik Rp 150 (15%) menjadi Rp 1.150, PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik Rp 23 (11,68%) menjadi Rp 220, PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menguat Rp 9 (10,47%) menjadi Rp 95, PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) menguat Rp 36 (10%) menjadi Rp 396, dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) naik Rp 10 (9,90%) menjadi Rp 111.

Sebaliknya kelima saham ini torehkan penurunan terdalam hingga auto reject bawah (ARB), yaitu saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO), PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK), PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE), PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 48 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia