Masuki Tren Bearish, Harga CPO Berguguran
JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berguguran pada perdagangan Kamis (15/12/2022). Mengakhiri penguatan yang terjadi dalam dua hari beruntun. Hal ini diperkirakan karena harga CPO memasuki tren bearish.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (15/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 stagnan di 3.885 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 merosot 68 Ringgit Malaysia menjadi 3.841 Ringgit Malaysia per ton.
Baca Juga:
Harga CPO Naik Dua Hari BeruntunSementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 rontok 72 Ringgit Malaysia menjadi 3.878 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 terkoreksi 74 Ringgit Malaysia menjadi 3.894 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak pengiriman April 2023 menurun 77 Ringgit Malaysia menjadi 3.887 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terpeleset 75 Ringgit Malaysia menjadi 3.872 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, Harga CPO hari ini terpantau bergerak dalam tren bearish. Sentimen penggerak utamanya dipicu potensi penurunan permintaan CPO oleh India yang saat ini mengalami suhu yang lebih dingin, di mana situasi ini biasanya membuat CPO kurang diminati karena sifatnya yang dapat mengeras saat suhu lebih dingin.
“Untuk potensi level resistance terdekat berada di harga 4.250 Ringgit Malaysia per ton, dan level support terdekat di harga 3.750 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (15/12/2022).
Baca Juga:
Produktivitas dan Hilirisasi SawitYoga menjelaskan, melihat indikator pasar saat ini, kemungkinan harga CPO jelang akhir pekan masih berpotensi bergerak bearish. Untuk indikator yang dipantau adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia, perubahan kebijakan terkait ekspor di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, serta situasi di pasar minyak nabati.
“Untuk level resistance di kisaran harga 4.250 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton, dan level support di kisaran harga 3.750 – 3.500 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






