Jumat, 15 Mei 2026

Meski Dibayangi Resesi Global, Intraco Penta (INTA) Optimistis Bukukan Kinerja Positif

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
16 Des 2022 | 19:35 WIB
BAGIKAN
PT Intraco Penta Tbk (INTA). Foto: Perseroan.
PT Intraco Penta Tbk (INTA). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id –PT Intraco Penta Tbk (INTA) optimistis mampu membukukan pertumbuhan kinerja yang positif, meski tahun depan dibayangi oleh resesi global. Hal itu karena tahun depam tren penjualan alat berat diproyeksi akan meningkat.  

Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim mengatakan, tahun depan tren penjualan alat berat diproyeksi akan meningkat. Khususnya untuk pertambangan, perkebunan, dan proyek infrastruktur. Untuk itu, perseroan akan memacu dan mendorong kinerja penjualan pada lini alat berat.

“Kami memandang tahun depan masih akan prospektif kendati ada bayangan resesi global. Selain mendorong kinerja pada lini utama kami alat berat, tentunya kami juga akan mengoptimalkan kinerja lini bisnis lainnya agar sinergi dan keberlanjutan bisnis tetap terjaga,” katanya dalam paparan publik secara virtual, Jumat (16/12/22).

ADVERTISEMENT

Menurut Petrus, INTA pada tahun ini juga berhasil menekan beban keuangan. Dengan melakukan restrukturisasi pinjaman dalam rangka penyelesaian pinjaman atau fasilitas kredit perseroan dan anak usahanya, yaitu PT Intraco Penta Wahana (IPW), PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS), dan PT Columbia Chrome Indonesia (CCI) terhadap Bank Mandiri.

“Hal ini sebagai salah satu strategi guna menjaga kinerja perseroan secara keseluruhan,” ujarnya.

Selanjutnya, Petrus mengatakan, perseroan juga akan memaksimalkan usaha perdagangan alat berat dan mendorong penjualan suku cadang dengan jaringan distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.  Ditambah lagi dengan adanya rencana PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) yang dahulunya bernama Intan Baruprana Finance yang akan mengubah lini bisnisnya dari perusahaan pembiayaan menjadi distributor alat pengangkut komersial.

Dalam hal ini, lanjut Petrus, IBFN akan melakukan pelayanan penjualan dan purna jual truk dan kendaraan komersial asal India dengan merek TATA. “Jika nantinya seluruh rencana berjalan dengan baik, dengan restu pemegang saham, kami berharap kompetensi bisnis Grup INTA akan semakin kokoh menjadi penyedia alat berat yang terlengkap dan terbaik di Tanah Air setelah IBFN masuk sebagai distributor alat pengangkut komersial,” kata Petrus.

Menilik laporan keuangan, hingga September 2022 lalu perseroan telah berhasil mencatat kenaikan pendapatan sebesar 12,01% menjadi Rp 497,16 miliar dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh tahun 2021 sebesar Rp 443,78 miliar (YoY). Selain itu, INTA mencatat total aset sebesar Rp 2,38 triliun, atau turun 2,4 % dibandingkan total aset pada tahun 2021 sebesar Rp 2,44 triliun.

Lebih lanjut, INTA juga masih mencatat rugi bersih komprehensif sampai Kuartal III/2022 sebesar Rp 99,56 miliar. INTA memproyeksi kendati masih akan mencatatkan kerugian bersih mengingat adanya beban bunga yang cukup tinggi, tetapi besarnya kerugian bersih diestimasikan akan menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini menunjukkan perbaikan kinerja bagi INTA.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia