Jumat, 15 Mei 2026

Hingga Kuartal III-2022, Laba Bersih Antam (ANTM) Melejit Jadi Rp 2,6 T

Penulis : Muawwan Daelami
16 Des 2022 | 20:00 WIB
BAGIKAN
Karyawan menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) di gerai emas dan perhiasan, Malang, Jawa Timur pada 12 Desember 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa)
Karyawan menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) di gerai emas dan perhiasan, Malang, Jawa Timur pada 12 Desember 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa)

JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencetak laba periode berjalan periode Januari-September 2022 sebesar Rp 2,63 triliun. Angka itu melejit 54% secara year on year (yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,71 triliun.

Performa positif emiten logam ini berkat kontribusi dari sisi penjualan sebesar Rp 33,68 triliun, atau tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 26,48 triliun. Adapun penyumbang utamanya berasal dari penjualan emas dengan proporsi sebesar 70% terhadap total penjualan dengan nilai Rp 23,53 triliun.

Selain penjualan emas, kontributor kedua ditopang dari penjualan feronikel sebesar Rp 4,91 triliun atau 15% dari total penjualan konsolidasian Antam. Sedangkan kontribusi segmen Bauksit dan Alumina terhadap penjualan sebesar Rp 1,44 triliun, atau tumbuh 50% secara yoy daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 959,24 miliar.

ADVERTISEMENT

Di tengah tantangan kenaikan biaya energi, bahan baku, jasa pengangkutan dan jasa pengapalan komoditas pertambangan, perseroan juga berhasil mempertahankan laba kotor sebesar Rp 5,99 triliun, tumbuh 20% secara yoy jika dibandingkan laba kotor pada periode Januari-September 2021 sebesar Rp 5,00 triliun.

Alhasil, Antam berhasil membukukan laba usaha pada sembilan bulan tahun ini tumbuh sebesar 17% menjadi Rp 2,74 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,35 triliun. Belum lagi, total penghasilan lain-lain, bersih perseroan sepanjang Januari-September 2022 mencapai Rp 910 miliar, melesat dari total penghasilan lain-lain, bersih tahun lalu sebesar Rp 182 miliar.

Lebih jauh, Antam pun terus melanjutkan penyelesaian proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TNi per tahun di Halmahera Timur temasuk infrastruktur pendukung pabrik yang memasuki fase konstruksi proyek.

Bukan hanya itu, Antam melalui anak perusahaannya PT Kawasan Industri Antam Timur (PT KIAT) juga akan membangun dan mengelola kawasan industri di area Izin Usaha Pertambangan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd melalui anak usahanya, PT Pomalaa New Energy Material (PT PNEM) juga akan mengembangkan fasilitas pengolahan bijih nikel laterit menjadi nickel matte sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik kapasitas produksi terpasang sebesar 80 ribu ton nikel.

Sekretaris Perusahaan Antam (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie mengatakan bahwa secara prinsip, perseroan akan fokus untuk merealisasikan target-target perseroan. "Kami dan MIND ID selalu melakukan mitigasi risiko dan melihat peluang-peluang untuk meningkatkan kinerja kami," ujar Faisal kepada Investor Daily, baru-baru ini

Mencermati kinerja moncer Antam sepanjang kuartal III-2022, Head of Research PT Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menilai bahwa Antam memiliki prospek cerah seiring dengan upaya perseroan dalam mengembangkan hilirisasinya sehingga meningkatkan nilai tambah produknya.

"Sepanjang tahun 2022 ini, kinerja keuangan Antam juga tumbuh  memuaskan ditopang oleh kenaikan harga komoditas nikel dan permintaan yang kuat meski ada perlambatan ekonomi global. Target kami harga saham ANTM di posisi 2.200," ungkap Cheryl. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia