BUMN Diminta Setor Dividen Rp 49,1 Triliun, Siapa Penyumbang Terbesar?
JAKARTA, investor.id – Pemerintah meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyetorkan dividen sebesar Rp 49,1 triliun pada 2023. Target setoran dividen itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023.
Dalam pagu laba bersih BUMN yang harus disetor ke negara, porsi setoran dividen BUMN dari Himbara dipatok Rp 24,85 triliun.
"(Target) pendapatan bagian laba BUMN perbankan di bawah Kementerian BUMN Rp 24,85 triliun," demikian lampiran salinan Perpres 130/2022, yang dikutip pada Minggu (18/12/2022).
Dalam beleid yang diteken Presiden Jokowi pada 30 November 2022 itu disebutkan, target pendapatan dari kekayaan negara dipisahkan (KND) atau dividen terbesar didapat dari BUMN perbankan.
Adapun target setoran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tahun 2023 naik 26,2% dibandingkan target pendapatan laba Himbara pada tahun ini yang sebesar Rp 19,69 triliun.
Hingga akhir September 2022, empat bank pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN membukukan total laba bersih sebesar Rp 85,9 triliun.
Rinciannya, BRI meraih laba bersih sebesar Rp 39,3 triliun, Bank Mandiri Rp 30,7 triliun, BNI Rp 13,7 triliun, dan BTN Rp 2,28 triliun.
Selain sektor perbankan, terdapat target setoran dividen dari BUMN non-perbankan yang ada di bawah Kementerian BUMN, yakni sebesar Rp 23,52 triliun pada tahun depan.
Kemudian perusahaan pelat merah di bawah Kementerian Keuangan ditargetkan bisa menyetor dividen senilai Rp 718,06 miliar.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa realisasi dividen BUMN pada tahun 2022 mencapai Rp 39,7 triliun, lebih tinggi Rp 3 triliun dari target sebelumnya.
"Awalnya waktu itu dari kami menargetkan Rp 36,4 triliun, tapi dari Komisi VI meminta ada peningkatan waktu itu. Kami bekerja keras hampir mencapai Rp 40 triliun, tepatnya Rp 39,7 triliun,” kata Erick dalam keterangannya, baru-baru ini.
Salah satu BUMN yang rajin menyetorkan dividen ke negara adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan nilai sebesar Rp 522,34 miliar berkat kepemilikan saham pemerintah sebesar 51,01%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

