Ikutan Mau IPO, Hatten Bali (WINE) Buka Harga Rp 100-150
JAKARTA, investor.id - Satu lagi perusahaan yang bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, yakni PT Hatten Bali Tbk (WINE) yang merupakan produsen wine asal Bali.
Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 678 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau sebanyak-banyaknya 25,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Hatten Bali membuka harga penawaran kepada masyarakat di kisaran Rp 100-150 per saham sehingga dana yang dibidik dari aksi korporasi ini mencapai sebanyak-banyaknya Rp 101,7 miliar.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah NH Korindo Sekuritas Indonesia. Pemegang saham WINE saat ini adalah Ida Bagus Rai Budarsa 50% dan PT Gotama Putra 50%.
Perseroan adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh Ida Bagus Rai Budarsa pada tahun 2000. Pada saat didirikan perseroan baru membuat satu produk yaitu dengan merek ROSÉ yang dibuat dari varietas anggur asli Bali - Alphonse Lavallée.
Filosofi dari perseroan adalah untuk menempatkan anggur lokal (Bali) di peta global di mana anggur dari hasil bumi Indonesia mampu bersaing dengan anggur dari luar negeri dalam hal membuat wine.
Saat ini, perseroan memiliki beberapa varian wine yaitu Aga White, Sweet Alexandria, Aga Rosé, Aga Red, Sweet Syrah, Tunjung Brut Sparkling, Jepun Sparkling Rosé, Pino De Bali, Bali White, Bali Rosé , Bali Red, dan lainnya.
Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan untuk:
a. Sekitar 20% akan digunakan untuk modal kerja perseroan untuk meningkatkan brand awareness khususnya di luar Bali, seperti biaya event, merchandise, sponsorship, dan social media.
b. Sekitar 80% akan disalurkan untuk penyetoran modal kepada perusahaan anak, yaitu PT Arpan Bali Utama akan digunakan untuk pembelian bahan baku buah anggur, jus anggur, dan bahan-bahan pembantu seperti botol, label, kardus, dan lainnya.
Berikut jadwal sementara IPO Hatten Bali (WINE):
Masa penawaran awal: 19-22 Desember 2022
Tanggal efektif: 29 Desember 2022
Masa penawaran umum: 2-5 Januari 2023
Tanggal penjatahan: 5 Januari 2023
Tanggal distribusi saham: 6 Januari 2023
Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 9 Januari 2023
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





