Lampaui Estimasi, Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Antam (ANTM)
JAKARTA, Investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil menunjukkan performa operasional segmen penjualan emas dan bijih nikel hingga September 2022. Perseroan juga sedang membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan rencana pemisahan dua anak usahanya dalam waktu dekat.
Kedua faktor tersebut menjadikan outlook kinerja keuangan dan saham ANTM menjanjikan ke depan. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga direvisi naik dari Rp 3.200 menjadi Rp 3.400. Kemarin, saham ANTM ditutup di level Rp 2.020.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan mengatakan, Antam berhasil mencatatkan lonjakan kinerja keuangan dengan peningkatan laba bersih sebesar 53,6% menjadi Rp 2,6 triliun sampai September 2022. Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan. “Realisasi laba bersih tersebut sudah melampaui estimasi kami atau merefleksikan 84% dari target tahun ini dan 85% dari perkriaan konsensus analis,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Sedangkan kenaikan harga jual batubara telah memicu peningkatan cash cost feronikel yang berimbas terhadap penurunan gross margin perseroan dari 18,9% menjadi 17,8%. Namun demikian, perseroan berhasil mencetak lonjakan laba seiring dengan pertumbuhan harga jual komoditas.
Baca Juga:
Unit Bisnis Tambang Nikel Antam (ANTM) di Konawe Utara Ditetapkan Jadi Objek Vital NasionalSecara operasional, dia mengatakan, Antam membukukan volume penjualan emas mencapai 400.663 oz pada kuartal III-2022 atau melesat 80,8% dari periode sama tahun lalu. Hal ini menjadikan total volume penjualan emas perseroan meningakt sebear 30,5% menjadi 833.701 oz sampai September 2022.
Sedangkan penjualan bijih nikel meningkat menjadi 1,7 juta ton pada kuartal III-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu hanya 708 ribu ton. Perseroan juga mencatatkan rata-rata harga jual emas dan bijih nikel masing-masing US$ 1.936 per oz dan US$ 50 per ton.
“Seiring dengan lonjakan volume penjualan, kami merevisi naik volume penjualan emas tahun ini dari 740 ribu oz menjadi 1 juta oz. Sedangkan penjualan emas tahun depan ditetapkan masih sesuai dengan perkiraan,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memberikan target laba bersih perseroan tahun 2023 senilai Rp 3,58 triliun, dibandingkan estimasi tahun 2022 senilai Rp 3,44 triliun dan realisasi tahun 2021 sebesar Rp 1,86 triliun.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.200. Target tersebut sejalan dengan realisasi laba bersih perseroan telah melampaui estimasi didukung lonjakan pendpatan dari penjualan emas.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






