Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Menguat Dipicu Peningkatan Penerbangan di Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
19 Des 2022 | 11:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh berbagai sentimen positif, antara lain rencana Tiongkok meningkatkan jumlah penerbangan, rencana pengisian kembali stok minyak di cadangan darurat AS, ancaman badai salju di AS, dan ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah dan Libya.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Tiongkok mengumumkan rencana untuk meningkatkan penerbangan dengan tujuan memulihkan volume penumpang harian rata-rata menjadi 70% dari level 2019 pada 6 Januari, dan meningkat 88% pada periode 7 Januari hingga 31 Januari, ungkap laporan dari Caixin pada hari Jumat. Jumlah penumpang penerbangan domestik mingguan melonjak 68% menjadi 3.7 juta penumpang pada minggu lalu.

“Angka tersebut merupakan peningkatan terbesar sejak libur Tahun Baru Imlek di bulan Februari tahun ini, menurut penyedia data penerbangan Variflight pada Minggu (18/12/2022),” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (19/12/2022).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung harga minyak, Departemen Energi AS pada hari Jumat mengumumkan rencana pengisian kembali stok minyak di Cadangan Minyak Strategis, dengan rencana pembelian awal hingga 3 juta barel minyak untuk pengiriman pada bulan Februari tahun depan. Perusahaan yang akan berpartisipasi dalam proses pengisian kembali tersebut diharuskan untuk mengajukan penawaran dengan harga tetap paling lambat pada 28 Desember.

“Berita tersebut mengindikasikan potensi meningkatnya permintaan minyak mentah di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Masih dari AS, Tim Research and Development ICDX menambahkan, badai salju yang melanda AS bagian utara dilaporkan telah menyebabkan penurunan produksi minyak North Dakota sebesar 200 ribu hingga 250 ribu bph, atau 18% hingga 22%, kata Direktur Otoritas Saluran Pipa negara bagian Justin Kringstad pada hari Jumat. North Dakota sendiri merupakan negara bagian penghasil minyak terbesar ketiga AS setelah Texas dan New Mexico, yang memproduksi sekitar 1.1 juta bph.

Tim Research and Development ICDX menyebut, sentimen positif lainnya datang dari sinyal ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sekelompok pekerja minyak di Iran melakukan protes pada hari Sabtu yang menuntut peningkatan upah dan bonus pensiun. Di Irak, setidaknya 9 polisi federal tewas dalam serangan bom pada hari Minggu di dekat kota Kirkuk, yang menjadi lokasi salah sati ladang minyak terbesar di Timur Tengah.

Ketegangan geopolitik juga terlihat di Libya, yang dipicu oleh aksi Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi yang pada hari Minggu mengeluarkan keputusan presiden untuk membatasi perbatasan laut barat negara itu dengan negara tetangga Libya.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 72 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX. .

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia