Kamis, 14 Mei 2026

Tuntas, 75% Saham Semen Baturaja Resmi Beralih ke Semen Indonesia 

Penulis : Muawwan Daelami
19 Des 2022 | 18:37 WIB
BAGIKAN
PT Semen Baturaja Tbk. Foto: Perseroan.
PT Semen Baturaja Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, Investor.id – Pemerintah resmi mengalihkan (inbreng) sebanyak 7.499.999.999 unit atau 75,51% saham seri B PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) senilai Rp 2,84 triliun kepada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Akta inbreng tersebut diteken langsung Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama SIG Donny Arsal di Kementerian BUMN, Senin (19/12/2022). Melalui penandatanganan akta tersebut, pemerintah tetap menjadi pengendali SIG dan memegang satu saham Seri A Dwiwarna Semen Baturaja.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, integrasi Semen Baturaja kepada SIG bertujuan untuk memperkuat posisi BUMN Sub Klaster Semen dalam menghadapi tantangan pasar yang kompetitif.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, Semen Baturaja merupakan kekuatan di pasar Sumatra terutama bagian Selatan sehingga integrasi ini berpotensi besar mendukung posisi dan melengkapi footprint BUMN Sub Klaster Semen.

“Integrasi ini sekaligus memantapkan langkah SIG untuk menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional," kata Donny Arsal dalam keterangan resmi, Senin (19/12).

Di sisi lain, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menambahkan bahwa hari ini salah satu tahapan penting dari seluruh rencana transformasi BUMN untuk streamlining dan clustering Sub Kluster Semen sudah tuntas.

“Sebagai sektor strategis, kita ingin mendorong BUMN Sub Klaster Semen menjadi penggerak industri semen yang berkelanjutan melalui optimalisasi distribusi, pemasaran, dan efisiensi produksi yang terkoordinasi secara regional dan nasional,” jelas Kartika.

Terlebih, ungkap Kartika, Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 berkisar 4,5-5 ditunjang dengan daya beli masyarakat pada kuartal IV-2022 ini yang sudah berjalan cepat.

Karena itu, tahun 2023 akan menjadi momentum realisasi pembangunan IKN sebagai katalis infrastruktur dan properti, serta berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi.

“Kita berharap dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun, industri semen pun segera pulih melalui inovasi, optimalisasi dan efisiensi untuk mengatasi beban biaya, menjaga struktur biaya dan konsistensi EBITDA”, tutur pria yang dekat disapa Tiko ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 36 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 45 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia