Kejar Pertumbuhan Tahun 2023, Pan Brothers (PBRX) Fokus Efisiensi
JAKARTA, Investor.id- PT Pan Brothers Tbk (PBRX) memutuskan untuk menganggarkan belanja modal atau capital expenditure berkisar US$ 3- 5 juta tahun 2023. Kecilnya nilai capex itu sejalan dengan fokus perseroan pada penyelesaian rights issue dan juga efisiensi produksi.
Dengan strategi itu, perseroan menargetkan setidaknya mampu untuk membukukan pertumbuhan pendapatan di bawah 10% atau menyamai capaian 2022.
Direktur Keuangan Pan Brothers Fitri Ratnasari Hartono mengatakan, capex sebesar itu nantinya digunakan oleh perseroan untuk melanjutkan program digitalisasi dan otomatisasi dalam pabrik perseroan.
Dengan ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi atau output. “Dengan demikian, biaya kerja jadi lebih efisien dengan kualitas produk yang lebih baik,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Senin (19/12/22).
Dengan begitu, dia melanjutkan, perseroan tak perlu untuk melakukan ekspansi secara fisik. Selain otomatisasi, perseroan juga akan memprioritaskan pelanggan dengan penawaran harga yang lebih tinggi terutama pada merek-merek besar. “Namun begitu, kami akan menerima order yang sesuai dengan kapabilitas kami,” ujarnya.
Guna menambah pundi-pundi pendapatan, Fitri juga mengungkapkan, dalam diversifikasi produk. Diversifikasi yang dimaksud, yakni dengan memproduksi produk gaya hidup premium untuk mengoptimalkan pabrik saat perseroan mengalami low season.
Berdasarkan paparan PBRX, beberapa inisiasi strategis lainya yang digunakan oleh perseroan antara lain mengevaluasi kembali beberapa perusahaan JV-nya dan mempertimbangkan untuk keluar dan/atau mempertahankan pabrik tertentu dan mengkonsolidasikannya ke entitas lain yang dimiliki sepenuhnya.
Kemudian melakukan implementasi SAP; SAP telah diimplementasikan di PPEB, ESGI dan PSS. Diharapkan implementasi SAP dapat dilakukan diseluruh pabrik operasional PBRX.
Bidik 10%
Dengan berbagai strategi ini, Fitri menyatakan, setidaknya tahun depan perseroan mampu membukukan pertumbuhan penjualan dibawah 10% atau setidaknya menyamai target perseroan tahun 2022. Untuk diketahui, tahun ini, PBRX menargetkan penjualan bertumbuh 10% atau setara dengan US$ 758,3 juta dibanding tahun 2021 lalu US$ 689,4 juta.
Sepanjang 2021, total penjualan produk perseroan mencapai US$ 689,44 juta yang didominasi oleh penjualan ekspor ke Amerika Serikat sebesar US$ 157,7 juta, Eropa US$ 84,7 juta, Asia US$ 430 juta, dan lainnya US$ 16 juta. Adapun secara segmen, produk pakaian mendominasi dengan menyumbang 96,9%, serta produk tekstil dan lain-lain sebanyak 2,7%.
Lebih lanjut, rendahnya capex yang dianggarkan perseroan kedepan juga sejalan dengan penyelesaian rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 15 miliar saham biasa dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham atau sebesar 69,84 % dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dengan harga tersebut, PBRX akan menerima dana segar sebesar Rp 750 miliar. “Dana hasil aksi ini akan kami jadikan sebagai modal kerja kedepanya,” lengkap Fitri.
Para Pemegang Saham yang tidak mengambil bagian atas HMETD yang menjadi haknya akan terkena dilusi kepemilikan sebesar 69,84 % dari persentase kepemilikannya sebelum PMHMETD. PBRX telah melakukan registrasi PMHMETD IV tanggal 3 Oktober 2022 menggunakan laporan keuangan auditan 30 Juni 2022 dengan adanya relaksasi OJK dapat digunakan sampai dengan Januari 2023. Saat ini masih dilakukan perbaikan prospektus sesuai dengan input OJK. Prospektus final akan diterbitkan setelah pernyataan efektif diterima perseroan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

