Jumat, 15 Mei 2026

Equity Development (GSMF) Berbalik Untung, Bagaimana Sahamnya?

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Des 2022 | 07:09 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perusahaan. (Sumber: PT Equity Development Investment Tbk)
Ilustrasi perusahaan. (Sumber: PT Equity Development Investment Tbk)

JAKARTA, Investor.id - PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) sukses mencetak meraih laba bersih sebesar Rp 33,34 miliar, sampai kuartal III-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih senilai Rp 12,58 miliar. Hal ini menjadikan perseroan mulai mencetak laba bersih per saham.

Meski kinerja keuangan berbalik untung, pergerakan harga saham GSMF relatif belum berubah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GSMF masih bergerak dalam kisaran di bawah Rp 100 dengan harga penutupan kemarin Rp 82. Angka pergerakan tersebut jauh di bawah tahun lalu berada dalam rentang di atas Rp 100, bahkan harganya sempat menembus Rp 324.

Lonjakan tersebut didukung atas pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 841,57 miliar menjadi Rp 1,08 triliun. Pertumbuhan juga didukung pendapatan bunga dari perbankan senilai Rp 192,31 miliar. Peningkatan pendapatan dari provisi dan komisi bersih, laba investasi saham, dan dividen.

Sementara itu, besaran total rugi komprehensif tahun berjalan per kuartal III-2022 sebesar Rp 4,07 miliar. Angka tersebut turun drastis dibandingkan sampai kuartal III-2021 sebanyak Rp 25,95 miliar.

ADVERTISEMENT

Per 30 September 2022, GSMF terpantau mencatatkan total liabilitas menjadi Rp 9,73 triliun, dibandingkan periode akhir 2021 senilai Rp 2,95 triliun. Total ekuitas hingga akhir kuartal III-2022 tercatat senilai Rp 3,67 triliun atau meningkat dari akhir Desember 2021 hanya Rp 2,58 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia