Equity Development (GSMF) Berbalik Untung, Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, Investor.id - PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) sukses mencetak meraih laba bersih sebesar Rp 33,34 miliar, sampai kuartal III-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih senilai Rp 12,58 miliar. Hal ini menjadikan perseroan mulai mencetak laba bersih per saham.
Meski kinerja keuangan berbalik untung, pergerakan harga saham GSMF relatif belum berubah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GSMF masih bergerak dalam kisaran di bawah Rp 100 dengan harga penutupan kemarin Rp 82. Angka pergerakan tersebut jauh di bawah tahun lalu berada dalam rentang di atas Rp 100, bahkan harganya sempat menembus Rp 324.
Lonjakan tersebut didukung atas pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 841,57 miliar menjadi Rp 1,08 triliun. Pertumbuhan juga didukung pendapatan bunga dari perbankan senilai Rp 192,31 miliar. Peningkatan pendapatan dari provisi dan komisi bersih, laba investasi saham, dan dividen.
Sementara itu, besaran total rugi komprehensif tahun berjalan per kuartal III-2022 sebesar Rp 4,07 miliar. Angka tersebut turun drastis dibandingkan sampai kuartal III-2021 sebanyak Rp 25,95 miliar.
Per 30 September 2022, GSMF terpantau mencatatkan total liabilitas menjadi Rp 9,73 triliun, dibandingkan periode akhir 2021 senilai Rp 2,95 triliun. Total ekuitas hingga akhir kuartal III-2022 tercatat senilai Rp 3,67 triliun atau meningkat dari akhir Desember 2021 hanya Rp 2,58 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

