Take Rate Dinaikkan, Breakeven GOTO Bisa Lebih Cepat dari Perkiraan
JAKARTA, Investor.id - Mandiri Sekuritas menyesuaikan target harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi Rp 230 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan potensi profitablitas perseroan datang lebih cepat dibandingkan perkiraan semula.
Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto mengungkapkan, Mandiri Sekuritas memilih mempercepat perkiraan EBITDA breakeven GOTO menjadi kuartal I-2025 atau lebih cepat tiga kuartal dibandingkan perkiraan semula.
“EBITDA breakeven bisa datang lebih cepat sejalan dengan keputusan manajemen menaikkan take rate segmen e-commerce bersamaan dengan berjalannya program pemotongan biaya, meski berdampak terhadap GTV perseroan,” tulis Ariyanto dan Wesley dalam riset harian.
Adapun Tokopedia sebelumnya mengumumkan akan menaikkan biaya komisi berkisar 0,8-0,9 poin yang berlaku efektif sejak 2 Januari 2023. Penyesuaian ini diberikan kepada seller dengan keanggotaan regular merchant , power merchant, dan power merchant yang menggunakan layanan bebas ongkos kirim. Kenaikan tertinggi dicatatkan biaya layanan power merchant dengan kenaikan dari 1,5-3% menjadi 1,8-4,5% per kategori produk.
Sedangkan biaya pengiriman meningkat dengan rata-rata mencapai 0,5-1,5 poin. Berdasarkan perkiraan beban ongkos kirim dinaikkan kepada penjualan menjadi 4%, sehingga biaya ongkos kirim yang dibayarkan Tokopedia bakal berkurang 0,8 poin, sehingga biaya rasio pengiriman terhadap GMV akan turun.
Lantas, bagaimana kebijakan tersebut berimbas terhadap keuntungan GOTO? Ariyanto dan Wesley menyebutkan bahwa GOTO akan mencatatkan peningkatan take rate rata-rata sebesar 0,8-0,9 untuk seluruh kategori yang tentu berimbas terhadap peningkatan penerimaan kotor yang besar, karena nilai GMV perseroan sangat besar.
Baca Juga:
Catat, Target Harga Baru Saham GOTO“Dengan perubahan tersebut, kami memperkirakan kontribusi margin positif perseroan akan tercapai lebih cepat menjadi kuartal IV-2023 dengan EBITDA breakeven pada kuartal I-2025 dibandingkan perkiraan semula pada kuartal I-2024 dan kuartal IV-2025,” jelas Ariyanto dan Wesley.
Mandiri Sekuritas memperkirakan EBITDA penyesuaian GOTO mencapai Rp 351,9 miliar pada 2025 dibandingkan perkiraan rugi EBITDA tahun 2022 senilai Rp 17,15 triliun, tahun 2023 senilai Rp 11,75 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp 5,59 triliun. Target harga saham GOTO juga telah mempertimbangkan rasionalisasi harga saham GOTO dengan pesaingnya, Shopee.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






