Kamis, 14 Mei 2026

Take Rate Dinaikkan, Breakeven GOTO Bisa Lebih Cepat dari Perkiraan

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Des 2022 | 07:51 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - Mandiri Sekuritas menyesuaikan target harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi Rp 230 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan potensi profitablitas perseroan datang lebih cepat dibandingkan perkiraan semula.

Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto mengungkapkan, Mandiri Sekuritas memilih mempercepat perkiraan EBITDA breakeven GOTO menjadi kuartal I-2025 atau lebih cepat tiga kuartal dibandingkan perkiraan semula.

“EBITDA breakeven bisa datang lebih cepat sejalan dengan keputusan manajemen menaikkan take rate segmen e-commerce bersamaan dengan berjalannya program pemotongan biaya, meski berdampak terhadap GTV perseroan,” tulis Ariyanto dan Wesley dalam riset harian.

ADVERTISEMENT

Adapun Tokopedia sebelumnya mengumumkan akan menaikkan biaya komisi berkisar 0,8-0,9 poin yang berlaku efektif sejak 2 Januari 2023. Penyesuaian ini diberikan kepada seller dengan keanggotaan regular merchant , power merchant, dan power merchant yang menggunakan layanan bebas ongkos kirim. Kenaikan tertinggi dicatatkan biaya layanan power merchant dengan kenaikan dari 1,5-3% menjadi 1,8-4,5% per kategori produk.

Sedangkan biaya pengiriman meningkat dengan rata-rata mencapai 0,5-1,5 poin. Berdasarkan perkiraan beban ongkos kirim dinaikkan kepada penjualan menjadi 4%, sehingga biaya ongkos kirim yang dibayarkan Tokopedia bakal berkurang 0,8 poin, sehingga biaya rasio pengiriman terhadap GMV akan turun.

Lantas, bagaimana kebijakan tersebut berimbas terhadap keuntungan GOTO? Ariyanto dan Wesley menyebutkan bahwa GOTO akan mencatatkan peningkatan take rate rata-rata sebesar 0,8-0,9 untuk seluruh kategori yang tentu berimbas terhadap peningkatan penerimaan kotor yang besar, karena nilai GMV perseroan sangat besar.

“Dengan perubahan tersebut, kami memperkirakan kontribusi margin positif perseroan akan tercapai lebih cepat menjadi kuartal IV-2023 dengan EBITDA breakeven pada kuartal I-2025 dibandingkan perkiraan semula pada kuartal I-2024 dan kuartal IV-2025,” jelas Ariyanto dan Wesley.

Mandiri Sekuritas memperkirakan EBITDA penyesuaian GOTO mencapai Rp 351,9 miliar pada 2025 dibandingkan perkiraan rugi EBITDA tahun 2022 senilai Rp 17,15 triliun, tahun 2023 senilai Rp 11,75 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp 5,59 triliun. Target harga saham GOTO juga telah mempertimbangkan rasionalisasi harga saham GOTO dengan pesaingnya, Shopee.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia