Jumat, 15 Mei 2026

Potensi Pasar Besar, Lavender Bina Cendekia Bidik Pendapatan Rp 35 Miliar di 2023

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
20 Des 2022 | 19:24 WIB
BAGIKAN
 Lavender Bina Cendekia menawarkan sebanyak 280 juta saham baru dengan harga yang ditawarkan kepada publik berada di rentang Rp 187 sampai Rp 196 per saham. Dengan begitu, dana segar yang berpotensi diraup BMBL sebanyak-banyaknya sebesar Rp 54.88 miliar. Bersamaan dengan itu, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 224 juta Waran Seri I dengan perbandingan 10 Saham Baru mendapatkan 8 Waran Seri I.
Lavender Bina Cendekia menawarkan sebanyak 280 juta saham baru dengan harga yang ditawarkan kepada publik berada di rentang Rp 187 sampai Rp 196 per saham. Dengan begitu, dana segar yang berpotensi diraup BMBL sebanyak-banyaknya sebesar Rp 54.88 miliar. Bersamaan dengan itu, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 224 juta Waran Seri I dengan perbandingan 10 Saham Baru mendapatkan 8 Waran Seri I.

JAKARTA, Investor.id - PT Lavender Bina Cendekia Tbk (BMBL) memproyeksikan peningkatan pendapatan menjadi Rp 35 miliar dan laba bersih sebesar Rp 10 miliar sepanjang 2023. Target ini bakal tercapai didukung potensi pasar masih besar dan masuknya dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Januari 2023.

BMBL menjalankan kegiatan usaha bimbingan belajar Lavender (Bimbel Lavender) yang mengkhususkan program persiapan ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sistem pembelajaran dilakukan dengan model supercamp. Siswa akan belajar dengan sistem menginap di Hotel selama kurang lebih 4-5 pekan. Semua fasilitas dan kebutuhan belajar siswa disiapkan oleh bimbel Lavender, termasuk pendaftaran ujian hingga pengantaran siswa ke tempat ujian.

Direktur Utama Lavender Bina Cendekia Galih Pandekar mengatakan, proyeksi itu sejalan dengan permintaan kursus yang besar kepada perseroan. Bahkan, perseroan sudah menerima pendaftaran untuk tahun 2025 mendatang. “Namun, saat ini terkendala pada penyewaan properti untuk mengakomodir siswa dalam program kami,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (20/12/22).

ADVERTISEMENT

Dia menyebutkan, perseroan memiliki program khusus belajar menginap yang diberi nama supercamp. Dalam program ini, anak didik perseroan akan menginap pada lokasi yang telah ditentukan sembari melakukan kegiatan belajar mengajar. “Maka dengan masukknya dana IPO saham, perseroan bisa ekspansi temppat sendiri agar tidak selalu menyewa tempat, seiring peningkatan jumlah anak didik,” ujarnya.

Dalam IPO saham, Lavender Bina Cendekia menawarkan sebanyak 280 juta saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar Rp 187-196 per saham. Dengan begitu, dana segar yang berpotensi diraup perseroan maksimal Rp 54,88 miliar.

Bersamaan dengan itu, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 224 juta waran seri I dengan perbandingan 10 saham baru mendapatkan 8 waran seri I.

Penggunaa Dana

Galih melanjutkan, dana hasil IPO saham akan digunakan untuk dua keperluan. Pertama, sekitar 75% digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure/capex berupa pelunasan pembelian apartemen dan bangunan, pembelian ruang kantor, penambahan ruang kelas, renovasi kantor, dan ruang kelas, renovasi bangunan dan apartemen, pengembangan kanal pembelajaran digital, pengembangan konten untuk pembelajaran digital dan program Virtual Reality. Kedua, sekitar 25% akan digunakan untuk Modal Kerja berupa biaya pemasaran, biaya training dan biaya konsultan pengembangan (untuk SDM dan Keuangan).

Penawaran awal (book building) dilakukan pada 19-26 Desember 2022. Antony berharap, BMBL dapat menerima pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk IPO pada 29 Desember 2022 dan dapat dicatatkan di BEI pada 6 Januari 2023.

Sebagai informasi, perseroan menjalankan kegiatan usaha dengan nama bimbingan belajar Lavender atau Bimbel Lavender yang merupakan Lembaga non formal yang bergerak dibidang pendidikan, terutama dalam persiapan ujian, baik ujian sekolah pada tingkat SD, hingga SMA, ujian masuk perguruan tinggi mulai S1 hingga S3. Program spesialisasi bimbel lavender adalah supercamp persiapan ujian PTN. Kedua program ini tersedia dalam kelas online maupun offline.

BMBL menargetkan program-program tersebut pada segmen kelas menengah atas dalam target usahanya. Menurut BPS (2021) jumlah orang tua dengan skala umur 40-59 tahun berjumlah 68.116 dengan sekitar 44 - 50% tergolong dalam kelas menengah ke atas. Jika dilihat kembali, lanjut Galih, sebanyak 134.015 orang masuk ke dalam kelas menengah yang saat ini merupakan salah satu golongan terbesar penggerak ekonomi di Indonesia dan 115.000.000 orang di Indonesia berpotensi naik ke kelas atas. “Dengan demikian prospek usaha bimbel lavender masih terbuka sangat besar dengan menargetkan target market pada segmen orangtua siswa sebagai pelanggan perseroan,” kata dia.

Sementara itu, per 31 Mei 2022 perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 8,75 miliar atau bertumbuh 136,91% bila dibandingkan dengan per 31 Mei 2021 yaitu sebesar Rp 3.69miliar. Kenaikan ini didukung program baru perseroan, yaitu program kelas khusus kedokteran dengan harga lebih tinggi. Diperiode yang sama, laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 4,01 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,30 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia